Lilin Ditinggal Tidur Bikin Rumah di Sukabumi Kebakaran, 3 Bocah Tewas

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ilustrasi kebakaran rumah. Foto:  ANTARA
zoom-in-whitePerbesar
Ilustrasi kebakaran rumah. Foto: ANTARA

Tiga orang anak meninggal dunia dalam peristiwa kebakaran yang terjadi di Kampung Babakan Bandung RT 01/06, Desa Wangunreja, Kecamatan Nyalindung, Kabupaten Sukabumi, Kamis (23/7) malam.

Ketiga korban merupakan saudara kandung yang terdiri dari dua anak laki-laki dan seorang anak perempuan. Ada yang masih SD, ada yang masih PAUD, bahkan ada yang belum usia masuk sekolah.

Kapolsek Nyalindung, Iptu M Yanuar Fajar, menuturkan sebelum insiden itu terjadi, aliran listrik di wilayah tersebut padam. Di dalam rumah ketiga bocah itu, lilin dinyalakan di ruang tamu sebagai penerang.

Ketiga korban lantas tidur di dalam kamar. Rupanya, api dari lilin menyambar material rumah yang terbuat dari kayu. Api pun membesar dan menghanguskan rumah.

"Kejadiannya kurang lebih pukul 19.30 WIB. Di mana kronologi, anak pertama menyalakan lilin di ruang tamu karena kondisi lagi mati lampu. Nah, setelah menyalakan lilin, kemudian tidur dan terjadilah kebakaran," ujar Fajar.

Fajar menjelaskan, selain tiga anak yang menjadi korban meninggal dunia, terdapat dua orang lain di dalam rumah saat kebakaran terjadi, yakni seorang anak yang merupakan kakak kandung para korban dan nenek korban. Keduanya berhasil selamat dari peristiwa tersebut.

“Jadi, tiga meninggal dunia, yang dua selamat. Kakak yang paling besar itu selamat, neneknya juga selamat," kata dia.

Fajar menyatakan kebakaran terjadi selama sekitar 30 menit. Warga yang mengetahui kejadian tersebut berupaya memadamkan api dengan peralatan seadanya, dibantu petugas pemadam kebakaran yang tiba belakangan.

Setelah kobaran api berhasil dipadamkan, jasad ketiga korban ditemukan di antara puing bangunan dan selanjutnya dievakuasi.

Fajar menyatakan, ketiga korban tinggal di rumah tersebut bersama neneknya. Sementara itu, ibu kandung mereka bekerja di luar daerah.

"Untuk ibu kandung maupun bapak kandung kebetulan pas kejadian itu lagi di luar kota. Jadi, tidak ada di rumah. Sementara anak-anak ini tinggal bersama neneknya," ungkapnya.

Jenazah ketiga korban telah disalatkan di masjid yang berada tak jauh dari tempat kejadian, kemudian akan dimakamkan di tempat pemakaman umum setempat.

Sementara itu, warga menyebutkan listrik di wilayah tersebut padam sejak sekitar pukul 18.00 WIB atau bertepatan dengan waktu Magrib. Hingga pukul 22.00 WIB, aliran listrik belum juga menyala kembali.