Lima Pemuda yang Hilang saat Mendaki Gunung Marapi, Sumbar, Ditemukan

kumparanNEWSverified-green

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pendaki yang akan melakukan pendakian ke Gunung Merapi di Sumatera Barat melalui jalur Koto Baru. Foto: Ira Febrianti)/Antara Foto
zoom-in-whitePerbesar
Pendaki yang akan melakukan pendakian ke Gunung Merapi di Sumatera Barat melalui jalur Koto Baru. Foto: Ira Febrianti)/Antara Foto

Lima pendaki asal Nagari Bukik Batabuah, Kecamatan Canduang, Kabupaten Agam, Sumatera Barat, yang dilaporkan hilang saat melakukan perjalanan turun di Gunung Marapi, telah ditemukan. Tim gabungan dari pemerintah setempat menemukan mereka di Rimbo Kalam pada Selasa ((23/6) sekitar pukul 11.30 WIB.

Kepala Pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Agam, Muhammad Lutfi Ar, mengatakan kelima pendaki itu ditemukan tim gabungan dari BPBD, Satpol PP Damkar, pemerintah kecamatan, pemerintah nagari, kelompok siaga bencana, masyarakat, dan lainnya.

"Saat ini korban sedang dievakuasi dari Rimbo Kalam menuju rumah mereka," kata Luthfi di Lubukbasung seperti dikutip dari Antara, Selasa (23/6).

Kelima pendaki itu atas nama Nuri (18), Ridho (19), Halim (19), Fauzi (19) dan Robi (19). Mereka ditemukan saat tim gabungan sedang menyisir Rimbo Kalam.

"Korban ditemukan dalam kondisi sehat di Rimbo Kalam itu," katanya.

Ilustrasi pendaki di Gunung Foto: Shutter Stock

Kelima pemuda itu dilaporkan hilang di Gunung Marapi saat perjalanan turun. Mereka memulai pendakian ke Gunung Marapi dari Pos Koto Baru pada Sabtu (20/6).

Saat berada di puncak pada Senin (22/6) kelompok tersebut bertemu dengan kelompok pendaki lain yang juga warga Nagari Bukik Batabuah atas nama Rahmad.

Ketika akan melakukan perjalanan turun, dua kelompok itu memilih jalur berbeda yaitu kelompok Rahmad melalui jalur Koto Baru dan kelompok Nuri dan teman-temannya memilih jalur Badorai.

"Jadi lima pemuda itu naik dan turun melewati jalur berbeda. Diinformasikan pula kelima orang ini dalam perjalanan turun tanpa perbekalan," katanya.

kumparan post embed

Senin sore sekitar pukul 15.00 WIB, salah satu dari rombongan pendaki tersebut mengirimkan pesan singkat (SMS) kepada kelompok pencinta alam Palala Agam atas nama Zul untuk mengabarkan bahwa mereka hilang arah dan memberitahukan posisi saat itu di tengah rimba.

Namun, tidak selang berapa lama mereka kehilangan kontak sehingga anggota Palala Agam, keluarga, dan pemuda Bukik Batabuah mencoba menjemput ke lokasi yang diinformasikan terakhir kali.

***

Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona

***

Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.