Lima Program Andalan TNI AU: Modernisasi Alutsista hingga Dukung MBG

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana Sambung Rasa TNI AU dengan media massa di Balai Prajurit Ardhya Loka, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (27/11/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana Sambung Rasa TNI AU dengan media massa di Balai Prajurit Ardhya Loka, Lanud Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Kamis (27/11/2025). Foto: Amira Nada Fauziyyah/kumparan

TNI Angkatan Udara (TNI AU) memaparkan lima prioritas utama yang menjadi arah pembangunan matra udara dalam menghadapi dinamika geopolitik, perkembangan teknologi, dan tuntutan keamanan nasional.

“Ketidakpastian geopolitik, percepatan teknologi, serta ancaman multidimensi, seperti serangan siber, kampanye informasi, krisis kemanusiaan, bencana hidrometeorologi menuntut kesiapsiagaan kolektif,” ujar Asisten Teritorial (Aster) Kepala Staf Angkatan Udara (KSAU) Marsda TNI Palito Sitorus yang mewakili KSAU Marsekal TNI Mohamad Tonny Harjono dalam acara Sambung Rasa Bersama Media Massa di Balai Prajurit Ardhya Loka, Jakarta, Kamis (27/11).

Dalam merespons hal tersebut, TNI AU menetapkan 5 prioritas sebagai berikut:

  1. Modernisasi alutsista agar mampu menjawab ancaman berbasis teknologi tinggi, mulai dari ruang udara, domain siber, hingga ke depan, antariksa.

  2. Validasi organisasi untuk membangun struktur yang lebih adaptif dan relevan terhadap tuntutan peperangan masa depan.

  3. Pengembangan doktrin dan turunannya yang menjadi kunci efektivitas dalam operasi multidomain yang terintegrasi.

  4. Peningkatan kualitas SDM sebagai inti kekuatan udara yang profesional dan unggul serta berpegang pada jati diri TNI.

  5. Kontribusi aktif dalam mendukung kebijakan nasional yang memperkuat fondasi pembangunan bangsa.

Sejumlah pekerja menyiapkan paket makanan untuk program makan bergizi gratis (MBG) di Halim Perdanakusuma, Jakarta Timur, Jumat (24/10/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menurut Palito, kontribusi dalam mendukung kebijakan nasional menjadi konteks utama dalam pertemuan hari ini.

“Terutama memperkuat ketahanan pangan dan mendukung program makan bergizi gratis, merupakan bagian dari kontribusi strategis TNI Angkatan Udara dalam memperkokoh ketahanan nasional sekaligus mendukung arah pembangunan Indonesia ke depan,” kata dia.

Ketahanan pangan, kata Palito, memiliki implikasi langsung terhadap stabilitas sosial dan ekonomi.

“Sementara pemenuhan gizi generasi muda menjadi investasi penting bagi kualitas sumber daya manusia yang kelak mengisi berbagai profesi strategis, termasuk di lingkungan TNI Angkatan Udara,” katanya.

Ia menilai, MBG memiliki nilai strategis bagi masa depan bangsa. Oleh karena itu, TNI AU telah menyalurkan hasil program ketahanan pangan ke Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) dan berbagai upaya lainnya.

“TNI AU telah berkontribusi melalui mobilitas udara untuk distribusi pangan, pengiriman bantuan ke wilayah terpencil, serta terdampak bencana, dan pemanfaatan lahan untuk pertanian produktif melalui kerja sama dengan berbagai pihak,” tutup dia.