Lion Air Masih Periksa Penumpang yang Minta Pesawat Putar Balik

Petugas dan otoritas Bandara Internasional Minangkabau hingga kini masih menginvestigasi penumpang Lion Air berinisial FAR yang meresahkan penumpang dan kru pesawat saat rute penerbangan Cengkareng-Padang pada Sabtu (10/2).
Humas Lion Air Danang Prihantoro mengatakan, saat ini Lion Air dan otoritas bandara sedang melakukan investigasi untuk mengetahui motif FAR melakukan tindakan yang meresahkan itu.
"Masih dilakukan investigasi lebih lanjut dengan berbagai pihak terkait, mulai dari aviation security, otoritas bandar udara untuk mengetahui apa motif yang melatarbelakangi FAR melakukan tindakan yang membahayakan keselamatan penerbangan," ujar Danang saat dihubungi kumparan (kumparan.com) pada Minggu (11/3).
Danang menjelaskan, menurut keterangan petugas layanan di Terminal 1 Bandara Internasional Soekarno-Hatta, sesaat sebelum pesawat diberangkatkan, FAR tidak menunjukkan tanda-tanda atau perilaku mencurigakan.
"Semua proses pemeriksaan berjalan dengan lancar dan normal," kata Danang.
Danang menyebut peristiwa serupa belum pernah terjadi. Namun, pernah beberapa kali penumpang merasa ketakutan dan histeris di pintu keberangkatan dengan alasan yang beragam.
"Bila penumpang mengalami kondisi tersebut (histeris dan ketakutan), kebijakan yang diambil ialah tidak memberangkatkan penumpang," lanjut Danang.
Sementara itu, Lion Air juga belum bisa memastikan sanksi atau hukuman seperti apa yang akan diberikan kepada FAR.
"Belum tahu, menunggu hasil investigasi," kata Danang.

Sebelumnya, dalam keterangan tertulis Lion Air, Minggu (11/3), penumpang berinisial FAR itu berulah saat pesawat baru 30 menit lepas landas dari Cengkareng.
FAR yang berada di kursi 10D tiba-tiba memakaikan baju pelampung (life vest) kepada neneknya yang duduk di 10C. FAR juga sudah memakai baju pelampung untuk dirinya.
Mengetahui situasi ini, pimpinan awak kabin bernama Dessy Febriyanti menanyakan alasan FAR memakai life vest. Namun FAR berjalan ke dapur pesawat (galley) bagian depan, dan menginformasikan kepada penumpang lain segera menggunakan baju pelampung.
FAR juga meminta agar pesawat kembali lagi ke Cengkareng. Menurut FAR, dirinya bisa melihat dan merasakan adanya bahaya jika penerbangan dilanjutkan. Akibat ulah itu, penumpang lain sempat panik.
