Lisa yang Dibunuh Mantan: Si Bungsu Tulang Punggung Keluarga yang Selalu Salat
·waktu baca 2 menit

Elisa Siti Mulyani (23 tahun) dikenal sebagai anak yang baik, mandiri, bertanggung jawab meski cenderung tertutup. Lisa dibunuh mantan pacarnya, Riko Arizka (21), dengan cara dihantamkan kloset bekas pada Rabu (8/2).
"Selama hidup enggak pernah neko-neko atau bikin masalah sama siapa pun," kata kakak Lisa, Asep Anton Hermansyah (45) saat ditemui di rumah duka di Kampung Saruni, Kelurahan Saruni, Kecamatan Majasari, Kabupaten Pandeglang, pada Minggu malam (12/2).
Sikap mandiri Elisa tampak dari kegigihannya bekerja sebagai petugas data entry di Badan Pusat Statistik (BPS) di sela-sela aktivitas kuliahnya meski lahir sebagai anak bungsu dari 6 bersaudara.
"Dia bisa dibilang sudah nyari uang sendiri, dia juga bantu perekonomian keluarga, dia sudah bisa jadi tulang punggung keluarga. Dia jualan online, jualan makanan ringan gitu, kayak keripik-keripik. Dan dia juga lagi ngerintis usaha makeup, dia bilang mau punya usaha wedding organizer gitu," terang Asep.
Asep melanjutkan, "Almarhumah ini pas SMP sempat masuk di Pesantren Al-Mizan, dan alhamdulillah almarhumah ini orang yang bisa dibilang taat beribadah, salatnya rajin, enggak pernah tertinggal, bahkan kakak-kakaknya kalah sama almarhumah."
Asep belum bisa menerima kematian Cica—sapaan Lisa.
"Kami terpukul, kami syok berat, karena siapa sih yang terima anggota keluarganya dibunuh dengan keji, kami enggak terima sampai sekarang pun. Dan kami ingin pelaku ini dihukum berat, kalau bisa dihukum mati, karena adik saya juga meninggal dengan tidak wajar dan keji," ujar Asep.
