Listrik Sempat Padam, BP Batam Turun Gunung Tenangkan Investor

Pemadaman listrik yang meluas di wilayah Batam pada Senin (12/10) sempat mengganggu aktivitas dunia usaha. Menyikapi kondisi tersebut, Badan Pengusahaan (BP) Batam mendatangi sejumlah kawasan industri untuk memantau dampak gangguan listrik sekaligus memastikan kebutuhan para investor dan pelaku usaha mendapat perhatian.
Langkah tersebut dipimpin Deputi Bidang Investasi BP Batam, Fary Djemy Francis, pada Selasa (13/10) pagi. Ia mengerahkan tim untuk memantau kondisi di lapangan, mulai dari kawasan industri berskala besar dan pelaku usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) hingga fasilitas pelayanan publik, seperti rumah sakit.
Fary mengatakan, kunjungan tersebut bertujuan untuk mendengarkan secara langsung kendala yang dihadapi pelaku usaha setelah pemadaman listrik, sekaligus memberikan pendampingan sesuai kebutuhan. Ia juga mengapresiasi upaya PT PLN Batam dalam memulihkan pasokan listrik.
“Kami mengapresiasi kerja keras PLN Batam dalam mempercepat pemulihan. Namun, dalam keadaan seperti ini, yang dibutuhkan bukan hanya solusi teknis, tetapi juga kepedulian. BP Batam ingin hadir, mendengar, dan memastikan para investor serta pelaku usaha tidak menghadapi kesulitan ini sendirian,” ujar Fary.
Kehadiran BP Batam di sejumlah kawasan industri mendapat respons positif dari kalangan pengusaha. Chairman Panbil Group, Johanes Kennedy Aritonang, menilai kehadiran pemerintah di tengah situasi tersebut dapat memberikan ketenangan bagi pelaku usaha. Ia juga mengapresiasi respons PLN Batam dalam menangani gangguan pasokan listrik.
Hal senada disampaikan Ketua DPC IPERINDO Kepulauan Riau, Ali Ulai. Menurut dia, respons PLN Batam dan langkah BP Batam menunjukkan pentingnya sinergi antara pemerintah, penyedia infrastruktur, dan dunia industri dalam menghadapi gangguan operasional.
Apresiasi juga disampaikan perwakilan perusahaan bermodal asing. Perwakilan manajemen PT Philips Industries Batam, Sia Lee Heng, yang menerima kunjungan tim BP Batam, menyampaikan terima kasih atas perhatian pemerintah terhadap keberlangsungan kegiatan produksi perusahaan.
BP Batam Buka Layanan Helpdesk
Selain melakukan pendampingan langsung, BP Batam melalui Direktorat Lalu Lintas Barang membuka layanan helpdesk daring. Layanan ini disiapkan bagi pelaku usaha yang membutuhkan konsultasi dan pendampingan terkait perizinan akibat gangguan operasional.
Fary mengatakan, pemadaman listrik tersebut perlu menjadi momentum evaluasi bersama untuk memperkuat keandalan infrastruktur dan meningkatkan kualitas pelayanan di Batam.
“Kepercayaan investor tidak hanya dibangun ketika semua berjalan baik, tetapi juga melalui cara kita hadir dan saling mendukung saat menghadapi kesulitan. Setiap tantangan harus menjadi kesempatan untuk menjadikan Batam semakin ramah investasi,” pungkas Fary.
