Litbang Kompas Untuk Pilgub Jateng: Kaesang, Ahmad Luthfi, Taj Yasin Tertinggi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep tiba di ruang pertemuan saat silahturahmi antarpartai politik di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (8/7/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Ketua Umum PSI Kaesang Pangarep tiba di ruang pertemuan saat silahturahmi antarpartai politik di Kantor DPP PKS, Jakarta, Senin (8/7/2024). Foto: Bayu Pratama S/ANTARA FOTO

Litbang Kompas merilis hasil survei terkait calon potensial di Pilgub Jawa Tengah 2024 pada Kamis (18/7). Hasilnya, elektabilitas Kaesang Pangarep berada di urutan paling atas. Sementara Kapolda Jateng Ahmad Luthfi berada di urutan kedua.

Litbang Kompas menyebut, elektabilitas Kaesang saat ini di Pilgub Jateng, jika ia mau maju, mencapai 7 persen. Sedangkan Ahmad Luthfi 6,8 persen atau beda 0,2 persen.

"Kaesang yang ternyata memiliki elektabilitas tertinggi untuk saat ini. Jika Kaesang berlaga di Pilkada Jateng, hal itu bisa mengubah konstelasi Ahmad Luthfi-Taj Yasin," jelas Litbang Kompas.

Kapolda Jawa Tengah Irjen Pol Ahmad Luthfi dalam rilis akhir tahun. Foto: Dok. Istimewa

Sejauh ini Ahmad Luthfi santer dikabarkan akan berduet dengan Taj Yasin di Jateng. Namun, belum ada keterangan resmi dari mereka.

"Baik Ahmad Luthfi maupun Kaesang merupakan orang dekat Presiden Jokowi dan diyakini bakal ada perhatian dari Jokowi terhadap Pilkada Jateng," tutur Litbang Kompas.

Selain Kaesang dan Ahmad Luthfi, ada nama Taj Yasin Maimoen, Raffi Ahmad, Dico Ganinduto, Bibit Waluyo, Hendrar Prihadi, Bambang Pacul hingga Sudirman Said.

Hanya saja elektabilitas mereka masih di bawah 5 persen. Meski begitu, nama-nama di atas potensial jika maju di Pilgub Jateng.

Yang tak kalah menarik, masih ada 64% responden yang belum menentukan jawaban mereka.

Survei Litbang Kompas terkait potensi Pilgub Jateng. Foto: Litbang Kompas

Tantangan Berat PDIP

Litbang Kompas menjelaskan, proses politik yang terjadi jelang dan selama Pemilu 2024 banyak memengaruhi sikap pemilih Jateng termasuk simpatisan PDIP.

Loyalitas terhadap kandidat PDIP terganggu karena terbagi menjadi aras politik yang dipengaruhi Jokowi dan aras PDI-P.

"Hal itu terlihat dalam hasil pemilu presiden dengan perolehan suara Prabowo Subianto (kubu Jokowi) melampaui Ganjar Pranowo (kubu PDIP)," kata Litbang Kompas.

Litbang Kompas memprediksi, Pilkada Jateng berpotensi menjadi ulangan dari pemilu presiden yakni kubu PDI-P akan berhadapan dengan kubu Jokowi.

"Dalam hal ini, pasangan Ahmad Luthfi-Taj Yasin, yang disebut-sebut merupakan pasangan yang didukung Jokowi, akan berhadapan dengan pasangan dari PDIP dan dari poros politik lainnya," kata Litbang Kompas.

Litbang Kompas memaparkan, di Jateng penantang kuat bisa muncul dari PKB dan partai berbasis massa Islam lainnya (PPP dan PKS) yang memiliki basis kewilayahan cukup solid. Jika kekuatan ini bersatu, apalagi, bergabung dengan Gerindra, akan menjadi poros politik yang kuat dan membahayakan bagi PDIP.

"Artinya, Pilkada Jateng tak hanya bicara sosok, tetapi juga mesin politik parpol. Ini berbeda dengan Jabar dan Jatim, di mana sosok lebih dulu mengakar kuat," jelas Litbang Kompas.

Survei Litbang Kompas terkait potensi Pilgub Jateng. Foto: Litbang Kompas

Survei Litbang Kompas menggunakan wawancara tatap muka dan digelar pada 20-25 Juni 2024.

Sebanyak 500 responden dipilih secara acak menggunakan metode pencuplikan sistematis bertingkat di 35 kota/kabupaten di Jawa Tengah.

Menggunakan metode ini, pada tingkat kepercayaan 95 persen, margin of error penelitian 4,4 persen dalam kondisi penarikan sampel acak sederhana. Meski demikian. kesalahan di luar pemilihan sampel dimungkinkan terjadi. Survei dibiayai sepenuhnya oleh harian Kompas.