Lokasi yang Akan Didatangi Mahfud MD untuk Tindak TPPO: Batam
·waktu baca 2 menit

Menkopolhukam Mahfud MD akan segera ke Batam, Kepulauan Riau, untuk menelusuri dugaan tindak pidana perdagangan orang (TPPO).
"Saya sekarang sedang mengurusi TPPO, tindak pidana penjualan orang," kata Mahfud saat mengisi ceramah tarawih di Masjid Kampus UGM, Minggu (2/4).
"Saya hari Kamis besok mau ke Batam, mau menindak ini," jelasnya.
Mahfud mengatakan ada pusat-pusat yang diduga jadi tempat perdagangan orang. Di mana mereka bekerja tak digaji, disiksa, bahkan dibuang ke laut ketika meninggal dunia.
"Ada pusat-pusat di mana orang itu diberi paspor gratisan. Lalu dikirim ke luar negeri, kerja di kapal-kapal. Kerja di luar negeri, enggak digaji. Kalau meninggal dibuang di laut, enggak digaji, disiksa," ungkap Mahfud.
Sebelumnya, Mahfud sempat angkat bicara soal dugaan kesengajaan penenggelaman kapal pekerja migran Indonesia. Dia telah menerima laporan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI) soal kesengajaan penenggelaman kapal di perairan Johor, Malaysia.
"Bisa jadi banyak terjadi seperti itu (penenggelaman kapal imigran). Oleh sebab itu, hari Rabu depan saya akan ke tempat-tempat tertentu yang diduga banyak melakukan pelanggaran tindak pidana penjualan orang itu. Tindak pidana perdagangan orang TPPO, ada sendiri," kata Mahfud di Masjid UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta, Sabtu (1/4).
Tak didetailkan soal kasus dari laporan BP2MI itu. Namun, Mahfud menegaskan TPPO ini adalah tindak pidana yang jahat. "Tindak pidana yang juga jahat," tegasnya.
Dia mengungkapkan modus TPPO ini di antaranya menjadikan pekerja sebagai budak. Lalu, ketika mereka sakit dilemparkan ke laut.
"Indonesia mulai terjerat atau terjebak ke hal-hal yang seperti itu di mana kejahatan perdagangan orang sudah mulai. Oleh sebab itu kita tindak, ada undang-undangnya, gitu aja," jelasnya.
Dalam kesempatan tersebut, Mahfud mengungkapkan akan pergi ke salah satu lokasi untuk melakukan penindakan. Belakangan dia mengungkap lokasi yang akan ia datangani yakni Batam.
