Long Weekend, Ribuan Wisatawan Berkunjung ke Kampung Batik Kauman

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Suasana wisatawan di Kampung Wisata Batik Kauman. Foto: Dok. kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Suasana wisatawan di Kampung Wisata Batik Kauman. Foto: Dok. kumparan

Kampung Batik Kauman Solo dipadati pengunjung pada momen libur panjang atau long weekend libur Hari Buruh. Mereka menikmati makanan kuliner khas Solo, berswafoto, membatik, berbelanja baju batik hingga mengenal sejarah batik Kampung Kauman.

Ketua Paguyuban Kampung Wisata Batik Kauman Solo, Gunawan Setiawan, mengatakan pihaknya bersyukur di kawasan Kampung Wisata Batik Kauman pada libur panjang ini jumlah tamu meningkat. Banyak dari wisatawan lokal maupun mancanegara yang berkunjung ke Kota Solo.

“Ya, alhamdulillah kalau kemarin (Jumat) itu sampai ribuan orang yang hadir datang berkeliling menikmati suasana, duduk-duduk foto-foto jalan-jalan. Terus kadang-kadang ada yang nyoba kuliner,” kata Gunawan kepada kumparan, Sabtu (2/5).

Suasana wisatawan di Kampung Wisata Batik Kauman. Foto: Dok. kumparan

Dia mengatakan wisatawan yang datang ada juga yang membeli oleh-oleh dan berswafoto. Sebagian mereka wisatawan menikmati suasana saja karena memang tempat ini dibikin alami.

“Kita bikin suasananya memang alami dan apa adanya. Tidak direkayasa. Kursi meja kita keluarkan simpel saja. Kalau wisatawan asing memang lebih suka kebudayaan membatik. Mereka menikmati proses membatiknya kadang juga beli batik. Kebanyakan memang mereka ingin mengetahui proses membatik,” katanya

Kunjungan wisatawan asing, kata dia, terjadi saat event Solo Menari. Wisatawan asing sebelum pulang ke negara asal berbelanja ke Kampung Batik Kauman.

Suasana wisatawan di Kampung Wisata Batik Kauman. Foto: Dok. kumparan

“Sebanyak 70% wisatawan itu umur remaja. Jadi mereka ke sini ya rata-rata swafoto, jalan-jalan beli kuliner yang terjangkau oleh mereka,” ucap dia.

Untuk jumlah showroom, kata dia, sekitar 40-an. Jumlah itu didukung banyak konveksi dan jumlah outlet sekitar 37.

“Banyak tempat-tempat di Kampung Batik Kauman sekarang membuka diri. Jadi generasi mudanya buka coffee shop. Kemudian untuk rumah-rumah seperti tempatnya saya ini juga jadi tempat untuk makan tradisional,” paparnya.

Ia berharap warga di Kauman tetap menjaga kekhasan Kauman sebagai kampung kawasan usaha yang berbudaya dan religi.

Seorang wisatawan asal Tangerang, Ofla Audia, mengaku baru pertama kali berkunjung ke Kampung Wisata Batik Kauman Solo. Ia menyebut lokasinya Instagramable.

“Saya suka foto-foto bersama anak-anak muda lain karena Instagramable. Baru pertama kali ini. Saya tahu ini dari sosmed. Lokasinya bersih dan lokasi spot foto banyak,” kata Audia.