Longsor Bentuk Danau Baru di China-Nepal, Banjir Susulan Mengintai

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Citra satelit yang memperlihatkan lembah-lembah di perbatasan Nepal dan Tibet sebelum banjir bandang pada 25 Agustus 2026. Foto: Planet Labs PBC via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Citra satelit yang memperlihatkan lembah-lembah di perbatasan Nepal dan Tibet sebelum banjir bandang pada 25 Agustus 2026. Foto: Planet Labs PBC via REUTERS

Sebuah danau baru terbentuk setelah material longsor membendung aliran air di kawasan perbatasan China-Nepal. Namun, danau tersebut kini justru memunculkan potensi bencana baru karena airnya dikhawatirkan dapat memicu banjir di wilayah hilir.

Danau itu terbentuk setelah longsor menerjang kawasan perbatasan Gyirong pada Rabu (26/8). Hingga Jumat (28/8), pemerintah China dan Nepal melaporkan ratusan orang masih belum diketahui nasibnya setelah bencana tersebut terjadi.

Media pemerintah China, CCTV, melaporkan danau baru yang terbentuk akibat longsor tersebut berpotensi jebol. Jika hal itu terjadi, air dalam jumlah besar dikhawatirkan mengalir ke wilayah hilir dan menyebabkan banjir baru.

CCTV menyebut permukaan air danau diperkirakan terus naik dalam beberapa hari ke depan, dengan puncak kenaikan diprediksi terjadi pada 1 September 2026.

"Menurut perkiraan, aliran masuk ke danau dapat mencapai sekitar 3 juta meter kubik selama tiga hari ke depan di tengah curah hujan yang terus berlanjut, meningkatkan risiko jebol yang dapat menyebabkan banjir di hilir dan berpotensi menyebabkan kerusakan lebih lanjut di daerah-daerah termasuk Pelabuhan Gyirong dan tempat lain di hilir," kata laporan media pemerintah China lainnya, Xinhua, seperti dikutip Reuters.

Prakiraan cuaca yang dirilis otoritas China menunjukkan hujan deras diperkirakan mengguyur kawasan bencana dalam tiga hari ke depan. Kondisi tersebut berpotensi meningkatkan volume air di danau dan memperbesar risiko jebol.