Longsor dan Banjir di Jepara: Akses Jalan Putus, Ratusan Rumah Terendam
·waktu baca 2 menit

Tanah longsor terjadi di wilayah Desa Sumberejo dan Clering Kabupaten Jepara, Provinsi Jawa Tengah, Minggu dini hari (16/1), pukul 03.00 WIB. Akibatnya akses jalan penghubung kawasan Medani - Kaliombo terputus.
"BPBD serta lintas lembaga terkait masih melakukan penilaian untuk percepatan penanganan kerusakan tanggul dan material yang menutup akses transportasi," tutur Plt. Kepala Pusat Data, Informasi dan Komunikasi Kebencanaan BNPB, Abdul Muhari, lewat rilis yang diterima kumparan, Selasa (18/1).
Selain longsor, bencana banjir juga merendam 268 unit rumah warga pada tiga desa, yaitu Desa Sumbereko dan Clering di Kecamatan Donorojo dan Desa Tempur di Kecamatan Keling.
Banjir dengan tinggi muka air sampai 80 sentimeter menyebabkan tiga tanggul jebol. Tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut.
Sementara itu, Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan prakiraan cuaca per 18 sampai 20 Januari 2022 mendatang untuk Kabupaten Jepara. Diperkirakan didominasi hujan ringan dan berawan.
Pusat Vulkanologi dan Mitigasi Bencana Geologi (PVMBG) juga mengeluarkan informasi wilayah dengan potensi gerakan tanah bulan Januari dengan tingkat menengah hingga tinggi di Kabupaten Jepara.
Khususnya di Kecamatan Keling berpotensi banjir bandang atau aliran bahan rombakan. Hal ini juga sejalan dengan kajian inaRISK yang menunjukkan Kabupaten Jepara memiliki potensi bahaya banjir dan tanah longsor pada tingkat sedang hingga tinggi, yang berdampak pada 16 kecamatan dengan potensi banjir dan 9 kecamatan dengan potensi longsor.
BNPB mengimbau masyarakat dan otoritas daerah setempat untuk meningkatkan kewaspadaan.
"Pantau prakiraan cuaca melalui laman BMKG, meningkatkan koordinasi terkait peringatan dini banjir dan tanah longsor serta membuat rencana kesiapsiagaan hingga tanggap darurat untuk mengurangi jatuhnya korban jiwa akibat bencana," tandas Abdul.
