Longsor di Purwakarta, Jasa Marga Pastikan Tol Cipularang Tetap Aman Dilintasi

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Foto udara lokasi pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (14/6/2025). Foto: BPBD Kabupaten Purwakarta
zoom-in-whitePerbesar
Foto udara lokasi pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (14/6/2025). Foto: BPBD Kabupaten Purwakarta

Beredar informasi bencana pergerakan tanah di wilayah Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, yang mengakibatkan arus lalu lintas di Tol Cipularang terganggu.

Informasi itu dibantah oleh Jasa Marga. Mereka memastikan bencana longsor itu tak mengganggu arus lalu lintas di Tol Cipularang.

"Jasa Marga memastikan bahwa sampai dengan saat ini Jalan Tol Cipularang aman untuk dilalui," kata Senior Manager Representative Office 3 Jasa Marga Metropolitan Tollroad Regional Division Plaza Tol Pasteur Bandung, Agni Mayvinna, melalui keterangan yang diterima, Selasa (17/6).

Foto udara lokasi pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (14/6/2025). Foto: BPBD Kabupaten Purwakarta

Melalui pantauan udara yang dilakukan tim Jasa Marga Tollroad Maintenance (JMTM), lokasi pergerakan tanah paling dekat berjarak sekitar 1 kilometer dari jalan tol. Arah pergerakan tanah pun menuju ke utara sehingga tidak berdampak ke jalan tol.

"Namun harus dilakukan kajian lebih jauh untuk mencegah hal yang tidak diinginkan," ucap dia.

Petugas memasang rambu dan imbauan kawasan zona berbahaya di lokasi pergerakan tanah di Desa Pasirmunjul, Kecamatan Sukatani, Kabupaten Purwakarta, Jawa Barat, pada Sabtu (14/6/2025). Foto: BPBD Kabupaten Purwakarta

Meski begitu, Jasa Marga bakal tetap berkoordinasi dengan instansi terkait guna mencegah peristiwa yang tak diinginkan. Dengan demikian, pengguna kendaraan dapat tetap melaju dengan nyaman dan aman di jalan tol.

"Berkoordinasi dengan Pemerintah Kabupaten Purwakarta, Badan Penanggulangan Bencana Daerah Jawa Barat dan Dinas Pekerjaan Umum untuk bersama melakukan monitoring jika terjadi pergeseran tanah susulan dan potensi berdampak ke Jalan Tol Cipularang," kata dia.