Lonjakan COVID-19 Tak Kunjung Reda, Lockdown Sydney Diperpanjang 2 Pekan

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Seorang wanita mengenakan masker pelindung berjalan di sepanjang jalur tepi laut selama lockdown di Sydney, Australia. Foto: REUTERS/Loren Elliott
zoom-in-whitePerbesar
Seorang wanita mengenakan masker pelindung berjalan di sepanjang jalur tepi laut selama lockdown di Sydney, Australia. Foto: REUTERS/Loren Elliott

Lonjakan kasus COVID-19 di Sydney, negara bagian New South Wales (NSW) Australia masih belum reda. Lonjakan terjadi akibat merebaknya varian Delta.

Untuk menekan laju penyebaran, Pemerintah Australia memutuskan untuk memperpanjang lockdown ketat hingga dua pekan ke depan.

Lockdown Sydney dimulai sejak 26 Juni lalu, yang pada awalnya hanya akan berlangsung selama dua pekan. Tetapi, karena situasi memburuk dan kasus tidak menurun, lockdown terus diperpanjang hingga 30 Juli mendatang.

Menteri Utama NSW, Gladys Berejiklian, mengumumkan penambahan kasus harian pada Rabu (14/7) sebanyak 97 infeksi transmisi lokal. Jumlah ini meningkat dari hari sebelumnya, yakni 89 kasus transmisi lokal.

“Hati saya sakit setiap kali harus mengatakan ini, tetapi kita perlu memperpanjang lockdown ini setidaknya selama dua pekan,” ujar Berejiklian, sebagaimana dikutip dari Reuters.

“Kita ingin secepatnya keluar dari lockdown ini, dan inilah mengapa kita menerapkan kebijakan seperti ini,” lanjut dia.

Dari total 97 kasus baru, 24 di antaranya sempat berkontak dengan masyarakat saat masih tertular. Ini tentu berpotensi menyebarkan virus kepada banyak warga lainnya.

Pejalan kaki mengenakan masker saat berjalan melalui bagian Kings Cross di pusat kota selama lockdown di Sydney, Australia, 28 Juni 2021. REUTERS/Loren Elliott Foto: Loren Elliott/REUTERS

Berejiklian menegaskan berulang kali, lockdown Sydney hanya akan dicabut jika jumlah pasien terkonfirmasi positif yang masih berkeliaran di masyarakat sudah hampir mencapai nol. Jumlah ini meningkat dari hari sebelumnya, yakni sebanyak 21 orang.

Seiring dengan semakin menyebarnya varian Delta, kini sebanyak 71 pasien COVID-19 dirawat di berbagai rumah sakit di Kota Sydney.

Bahkan 20 orang di antaranya menjalani perawatan intensif di ICU, termasuk satu orang yang berusia sekitar 20 tahunan dan dua orang berusia 30 tahunan.

Kini, total infeksi yang tercatat di kota berpenduduk 5 juta orang ini hampir mencapai 900 kasus, dengan kematian sebanyak 2 jiwa.

Varian Delta ini juga mulai menyebar ke wilayah-wilayah yang sebelumnya tidak terdampak, seperti di Goulburn yang berjarak 200 km dari Sydney, serta di negara bagian Victoria.

kumparan post embed