Lonjakan Kasus Baru Muncul, Australia Diancam Gelombang Kedua Corona

Gelombang kedua pandemi virus corona berpotensi mengancam Australia. Lonjakan kasus harian terbesar, terjadi di Negeri Kangguru pada Kamis (25/6).
Pusat penyebaran corona kali ini terletak di Negara Bagian terpadat penduduk kedua di Australia yakni Victoria.
Dari 36 penambahan kasus baru di seluruh negara, 33 berasal dari Australia. Penambahan 36 kasus itu menandai sembilan hari berturut-turut estimasi kasus baru selalu dua digit.
Jumlah tersebut juga merupakan penambahan terbesar dalam dua bulan terakhir.
Untuk mencegah meluasnya penyebaran virus corona, Menteri Utama Victoria Denial Andrews langsung bertindak. Dia menggelar tes massal area paling terdampak.
"Kami akan mengerahkan ambulans dan beberapa mobil yang akan ada di ujung jalan-jalan pemukiman warga," ucap Andrews seperti dikutip dari Reuters.
"Kami akan lihat jumlah (kasus) yang naik beberapa hari ke depan," sambung dia.
Munculnya kasus-kasus baru di Australia terjadi beberapa pekan usai aturan social distancing dilonggarkan. Pemerintah Australia percaya, penambahan kasus disebabkan pertemuan antar keluarga yang dihadiri orang tanpa gejala atau bergejala ringan.
Sejak awal 2020, total kasus virus corona di Australia tercatat sebanyak 7.557. Sebanyak 104 di antaranya meninggal dunia.
Situs Worldometer menyebut, 6.930 orang yang terinfeksi corona dinyatakan sembuh.
Terkait lonjakan kasus baru, PM Scott Morrison menegaskan pemerintah memiliki pedoman perlindungan pencegahan COVID-19. Oleh karena itu, ia tetap meminta perekonomian di seluruh negara bagian tetap dibuka.
"Kami hidup berdampingan dengan COVID-19, itu tidak akan ke mana-mana, tapi kami harus tetap maju," ucap Morrison.
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)
*****
Yuk! bantu donasi atasi dampak corona.
