LSI Denny JA: Elektabilitas Prabowo-Gibran di Usia 30 Tahun ke Bawah Lampaui 55%

30 Januari 2024 21:38 WIB
·
waktu baca 2 menit
Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka usai Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024) Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Paslon nomor urut 02 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka usai Debat Keempat Pilpres 2024 di Jakarta Convention Center (JCC), Jakarta, Minggu (21/1/2024) Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
ADVERTISEMENT
sosmed-whatsapp-green
kumparan Hadir di WhatsApp Channel
Follow
Hasil survei Lingkaran Survei Indonesia (LSI) Denny JA menunjukkan generasi muda berusia di bawah 30 tahun yakni generasi Y atau milenial dan Z, condong memilih paslon nomor urut 2, Prabowo-Gibran.
ADVERTISEMENT
Direktur KCI LSI Denny JA, Adjie Al Faraby menjelaskan angka tersebut bahkan telah melampaui 55%. Adapun pada generasi Y yakni warga berusia 30-39 tahun, Prabowo-Gibran meraup dukungan hingga 56,4% dan sebesar 58,6% pada generasi Z yang kini berusia di bawah 30 tahun.
"Pasangan Prabowo-Gibran paling telak, unggul justru di pemilih generasi milenial ke bawah," kata Adjie dalam paparannya secara daring, Senin (30/1).
"Namun kalau kita liat secara total, Prabowo-Gibran unggul di semua segmen usia, baik yang di bawah 30 tahun atau pemilih lansia," sambungnya.
Adjie pun memaparkan sejumlah hal yang membuat Prabowo-Gibran dapat menjangkau suara muda. Salah satunya adalah gaya kampanye yang kini lebih terasa humanis.
"Pertama ada faktor Gibran sendiri karena merepresentasikan generasi milenial. Kemudian gaya kampanye Prabowo-Gibran semakin berubah, semakin terlihat humanis, ada yang lebih masuk di kalangan pemilih muda," tutur Adjie.
ADVERTISEMENT
Selain unggul di generasi muda, suara untuk Prabowo-Gibran juga tinggi di kalangan pengguna media sosial dengan angka dukungan sebesar 49,5% dan masyarakat bukan pengguna sosial media sebanyak 52,8%.
"Jadi Prabowo-Gibran unggul di mereka yang punya media sosial, atau yang tidak punya media sosial," tegasnya.
LSI Denny JA melakukan risetnya sepanjang 16-26 Januari 2024. Mereka melibatkan 1.200 responden dalam survei tersebut.
(RB)