Luhut Kecam Masyarakat Antivaksin: Anda Tanggung Jawab Kalau Ada yang Meninggal!

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf
zoom-in-whitePerbesar
Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi Luhut Binsar Pandjaitan. Foto: ANTARA FOTO/Fikri Yusuf

Menko Marves sekaligus Koordinator PPKM Jawa-Bali Luhut B Pandjaitan menyayangkan masih banyak masyarakat, bahkan kelompok rentan seperti lansia yang belum divaksin. Padahal saat ini Indonesia telah dilanda gelombang ketiga lonjakan kasus corona akibat varian Omicron.

Ia meminta seluruh pihak bekerja sama mendorong warga yang belum divaksin. Ia pun mengecam siapa pun yang justru menghambat progres vaksinasi.

"Saya minta dipegang betul-betul dan minta perhatian kita semua terutama orang-orang yang tidak divaksin. Dari 356 pasien meninggal dari sejak Omicron ini jalan, 42 persen memiliki komorbid, 44 persen lansia, dan ini ingat 69 persen belum divaksinasi lengkap," kata Luhut dalam konpers PPKM di YouTube Setpres, Senin (7/1).

"Jadi kelompok komorbid saya mohon, yang punya hipertensi, diabetes dan komplikasi perlu dapat perhatian," imbaunya.

Saya mohon orang-orang yang menganjurkan jangan vaksinasi, anda tuh bertanggung jawab di komunitasmu kalau ada orang yang meninggal karena tidak divaksin.

-Menko Marves Luhut B Pandjaitan

Vaksinator melakukan skrining para peserta penerima vaksin lanjutan (booster) serentak di Hotel Bumi Wiyata, Kota Depok, Jawa Barat, Kamis (3/2). Foto: BNPB

Luhut menekankan, 69 persen pasien COVID-19 meninggal dunia nyatanya belum menerima vaksin, dilihat berdasarkan data. Adapun mayoritas pasien yang dirawat berat, kritis, dan meninggal dunia adalah para lansia.

"Jadi saya mohon yang lansia, kalau anda belum vaksin, cepet-cepet vaksin sana," tegasnya.

Sekali lagi, ia pun mewanti-wanti warga untuk tak mendengarkan saran terkait kontra vaksinasi.

"Kami imbau Bapak/Ibu, jangan mendengarkan masukan-masukan tak jelas itu. Kita bicara data dan keselamatan Anda, keluarga, dan sekeliling," ujarnya.

Presiden Joko Widodo saat meninjau vaksinasi COVID-19 anak dan lansia di Bintan, Provinsi Kepulauan Riau, Selasa (25/1/2022). Foto: Biro Setpres

Sementara itu, Luhut memastikan pemerintah akan melakukan kebijakan proteksi bagi para kelompok rentan, terutama lansia, yang belum divaksinasi lengkap. Termasuk berkoordinasi dengan TNI-Polri dalam percepatan vaksinasi.

"Pemerintah mendorong percepatan vaksinasi terutama dosis 2 untuk lansia dan kelompok rentan lain. Juga penyediaan vaksin booster yang cukup untuk seluruh masyarakat Indonesia. Presiden telah memerintahkan Panglima TNI, Kapolri, Kepala Bin, dan Kepala BKKBN untuk beraksi di lapangan," tandasnya.