Luhut Minta Warga Bali Tes PCR atau Antigen H-1 Sebelum Laksanakan Upacara Agama
·waktu baca 2 menit

Koordinator PPKM Level Jawa-Bali, Luhut B Pandjaitan menilai kasus COVID-19 di Bali belum membaik secara signifikan meski 90% dari target warganya sudah divaksinasi corona. Sehingga menurut dia sejumlah hal perlu dimaksimalkan, salah satunya membatasi kegiatan keagamaan yang dapat memicu klaster.
Luhut meminta warga Bali melakukan tes PCR atau antigen minimal H-1 di setiap upacara keagamaan yang hendak dilakukan. Selain itu, ia pun mengimbau acara dihadiri tak lebih dari 15 orang.
"Saya memohon kepada warga Bali serta tokoh agama agar menyiapkan protokol ketat. Seperti kewajiban test PCR/ Antigen H-1 dan peserta yang dibatasi maksimal 15 orang dalam pelaksanaan upacara-upacara adat dan keagamaan, agar tidak berpotensi menciptakan klaster penularan baru," kata Luhut di akun Instagramnya saat memantau kondisi COVID-19 di Bali, dikutip kumparan, Kamis (12/8).
Luhut melakukan kunjungan kerja ke Bali bersama Menkes Budi Gunadi Sadikin dan Mendagri Tito Karnavian. Dari kunjungan tersebut, Luhut menemukan tingkat vaksinasi di Bali cukup tinggi. Akan tetapi di sisi lain, masih banyak warganya yang tidak mau melakukan isolasi terpusat saat dia terjangkit COVID-19.
"Hasil di lapangan memang masih banyak masyarakat yang tidak mau dan sulit untuk diajak masuk ke Isolasi terpusat, yang fungsinya adalah memisahkan mereka sementara dari keluarga yang masih sehat untuk menghindari hal-hal yang tidak diinginkan," terang Luhut.
"[Jadi] saya juga sampaikan kepada mereka untuk betul-betul memanfaatkan fasilitas isolasi terpusat. Mari kita ajak sanak keluarga dan saudara yang sakit untuk memisahkan diri agar mendapat perawatan sampai sembuh," imbuh dia.
Oleh sebab itu, Luhut meminta Pemprov Bali bersama jajarannya untuk meningkatkan penanganan COVID-19. Hal ini pun adalah salah satu upaya menjaga citra Bali sebagai wilayah yang aman bagi turis.
"Dengan begitu nantinya para turis masih melihat Bali sebagai 'tourist destination' yang aman dan nyaman dikunjungi bila pandemi ini usai. Untuk itulah saya juga meminta langsung kepada Pangdam, Kapolda dan Pemprov Bali untuk bersama-sama mendukung dan saling kompak dalam mempercepat langkah ini demi memutus penyebaran mata rantai COVID-19 di Pulau Dewata," tandas dia.
