Luhut Binsar Panjaitan, Kemenko polhukam
24 Oktober 2020 8:16

Luhut Sebut Ada Kemungkinan Vaksinasi Corona Molor dari November

Luhut Sebut Ada Kemungkinan Vaksinasi Corona Molor dari November (348948)
Menko Maritim dan Investasi Luhut Binsar Panjaitan di Kemenko Polhukam, Jakarta Pusat, Senin (6/1) Foto: Darin Atiandina/kumparan
Pemerintah berencana memulai vaksinasi corona pada November mendatang. Namun Menteri Koordinator Bidang Kemaritiman dan Investasi (Menko Marves) Luhut Binsar Pandjaitan menyebut ada kemungkinan vaksinasi corona molor dari rencana awal pada minggu kedua November.
ADVERTISEMENT
Hal ini disampaikan luhut usai mendapat telepon dari Presiden Jokowi. Menurut Luhut, kemungkinan mundurnya jadwal bukan karena tidak adanya pasokan vaksin corona, melainkan karena dibutuhkan waktu bagi BPOM untuk bisa mengeluarkan emergency use authorization (EUA).
"Tadi Presiden telepon saya, tadinya rencana minggu kedua November, karena barangnya (vaksinnya) sudah dapat. Tapi bisa saja tidak kecapaian (kesampaian) minggu kedua November, bukan karena barangnya," jelasnya dalam pengarahan mengenai Omnibus Law di Lemhannas RI, Jumat (23/10) malam, seperti dilansir Antara, Sabtu (24/10).
"Barangnya sudah siap, tetapi adalah emergency use authorization itu belum bisa dikeluarkan BPOM karena ada aturan-aturan atau step-step yang harus dipatuhi," imbuhnya.
Luhut Sebut Ada Kemungkinan Vaksinasi Corona Molor dari November (348949)
Ilustrasi vaksin corona. Foto: Shutterstock
Luhut memastikan, Jokowi tidak mau mengambil risiko dan memilih untuk mengikuti aturan yang ada.
ADVERTISEMENT
"Beliau mengatakan keamanan nomor satu. Saya kira pemerintah sangat menghormati aturan tadi," jelasnya.
Luhut Sebut Ada Kemungkinan Vaksinasi Corona Molor dari November (348950)
10 Provinsi Prioritas Vaksin. Foto: kumparan
Sejauh ini ada beberapa kandidat vaksin corona yang akan dipakai di Indonesia, yang sudah siap adalah Sinovac dengan 1,5 juta dosis dan Sinopharm dengan 5 juta dosis.
Vaksinasi ini akan diprioritaskan bagi tenaga medis/kesehatan, anggota TNI-Polri, tenaga pendidik, dan petugas pelayanan publik
----------------------------------
Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona