Luhut Tak Mau Buru-buru Deklarasi Endemi COVID-19: Semoga 17 Agustus Jadi Hadiah

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pertamina dengan Chevron New Ventures Pte. Ltd di Washington DC, Kamis (12/5/2022). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Menko Marves Luhut Binsar Pandjaitan saat penandatanganan Nota Kesepahaman (MoU) Pertamina dengan Chevron New Ventures Pte. Ltd di Washington DC, Kamis (12/5/2022). Foto: Dok. Istimewa

Tren kasus Covid-19 di Indonesia kembali naik sedikit selama tiga hari terakhir. Menteri Kemenko Bidang Kemaritiman (Menkomarves) Luhut Pandjaitan mengaku susah meramalkan kondisi tersebut.

“Kita masih susah meramalkan. Tadinya 300, naik jadi 500 selama 3 hari. Kita harus kompak, karena tidak bisa berlama-lama terus begini,” kata Luhut dalam Rapat Kerja dengan Badan Anggaran DPR RI, Kamis (9/6).

Luhut yang juga Koordinator PPKM Jawa-Bali ini khawatir positivity rate sudah mencapai 1 persen saat ini. Meskipun masih di bawah standar World Health Organization (WHO) sebesar 5 persen.

Ia pun telah berdiskusi dengan Presiden Joko Widodo. Sambil terus mengamati perkembangan kasus Covid-19 hingga bulan Agustus mendatang.

“Saya mohon dinamika ini akan banyak terpengaruh. Kita tidak boleh saling menyalahkan. Tidak ada yang lebih baik dalam penanganan pandemi,” ujarnya.

Luhut membandingkan dengan situasi pandemi di Amerika saat ini tengah menghadapi tiga varian corona baru. Ia meminta masyarakat untuk tetap disiplin mematuhi protokol kesehatan, terutama vaksinasi.

Jadi ia tak mau terburu-buru untuk beralih dari status pandemi ke endemi.

“Saya sarankan ke Presiden minggu lalu untuk kita tunggu dua bulan ini. Kalau masih mampu bertahan dengan baik, saya kira nanti bisa menjadi hadiah 17 Agustus mendatang,” pungkasnya.

Reporter: Ghina Rahmatika