Lukas Enembe Bantah Ada Aliran Uang ke OPM: NKRI Harga Mati
·waktu baca 2 menit

Gubernur Papua Lukas Enembe membantah soal dugaan adanya aliran uang darinya ke Organisasi Papua Merdeka (OPM). Bahkan, Enembe menegaskan bahwa bagi dirinya 'NKRI Harga Mati'.
Hal tersebut disampaikan oleh Enembe kepada wartawan usai menjalani pemeriksaan di Gedung Merah Putih KPK, Jakarta, Jumat (10/2).
"Enggak ada," kata Enembe saat ditanya soal aliran dana ke OPM.
Enembe merupakan tersangka kasus dugaan suap dan gratifikasi selama menjabat Gubernur Papua. Dia kini tengah ditahan di Rumah Tahanan KPK.
Nama Enembe sempat disinggung saat dalam konferensi pers ditangkapnya Anton Gobay. Anton merupakan WNI yang ditangkap polisi Filipina atas kasus penyelundupan senjata.
Dalam konferensi pers, Kadiv Hubinter Polri, Irjen Krishna Murti, sempat menyebut pihaknya tak bisa membuka hubungan antara Enembe dengan Anton Gobay.
Saat ditanya apakah dia kenal dengan Anton atau tidak, Enembe tak menjawab pasti. Dia hanya kembali menegaskan bahwa dia NKRI.
"NKRI harga mati," kata Enembe.
Kasus Lukas Enembe di KPK
Dalam kasusnya, Lukas Enembe ialah tersangka kasus dugaan suap proyek yang bersumber dari APBD Papua. Ia diduga menerima suap hingga Rp 1 miliar.
Lukas diduga menerima suap Rijatono Lakka selaku Direktur PT Tabi Bangun Papua. Suap itu diduga diberikan karena Lukas menyetujui pengerjaan sejumlah proyek oleh perusahaan Rijatono.
Lukas Enembe juga diduga menerima gratifikasi terkait jabatannya. Perhitungan awal, nilainya mencapai Rp 10 miliar.
