Lulung: Saya Hanya Korban Romy dan Djan Faridz

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Abraham Lunggana alias Haji Lulung (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Abraham Lunggana alias Haji Lulung (Foto: Nabilla Fatiara/kumparan)

Abraham Lunggana alias Haji Lulung dipecat dari Partai Persatuan Pembangunan (PPP) karena adanya perbedaan pandangan dalam Pilgub DKI lalu. Lulung mengatakan pemecatannya dari PPP karena adanya perpecahan antara Muhammad Romahurmuziy dan Djan Faridz.

Menurut Lulung, seharusnya PPP sudah melakukan rekonsiliasi terhadap perpecahan itu. Ia menilai, dirinya sebagai korban para elite PPP.

"PPP itu kan waktu itu kan dukung Ahok. Saya tidak dukung Ahok makanya saya dipecat oleh PPP. Nah sekarang harusnya sudah terjadi rekonsiliasi. Pilkda sudah, persoalan hukum sudah, dua kubu antara Djan Faridz dan Romy (Romhurmuziy). Kita kan korban-korbannya mereka, korban elite," kata Lulung di Rumah Makan Al Jazeera, Jakarta Timur, Senin (18/6).

Meski demikian, Lulung tak menutup kemungkinan kembali bergabung bersama PPP. Meski, Lulung memberikan syarat jika PPP menginginkannya kembali.

"Syaratnya kembalikan saya jadi Ketua DPW DKI. Persoalan pilkada sudah selesai, persoalan konflik internal kan sudah selesai. Persoalan hukum sudah, sudah dong kembalikan dong saya kepada Ketua DPD DKI Jakarta," kata dia.

Menurut Lulung, alasan ia tetap ingin di Jakarta adalah untuk menjaga suara umat agar tetap istiqomah.

"Kenapa saya pengin tetep di Jakarta agar saya bisa menjaga suara umat kan umat PPP tahu kalau saya istiqomah," tutup Lulung.