News
·
27 Agustus 2020 13:05

Lumpur Wisata Geologi Kesongo Blora Meletus: 4 Orang Keracunan, 19 Kerbau Hilang

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Lumpur Wisata Geologi Kesongo Blora Meletus: 4 Orang Keracunan, 19 Kerbau Hilang (272711)
Lokasi lumpur di Wisata Geologi Kesongo Blora yang meletus. Foto: Dok. Istimewa
Kawah lumpur panas di Wisata Geologi Kesongo Blora atau di kawasan Kesatuan Pemangku Hutan atau KPH Randublatung, Dukuh Sucen, Desa Gabusan, Kecamatan Jati meletus pada Kamis (27/8) pagi. Anggota Polhut Resot Pemangkuan Hutan Padas Agus Rimbawanto mengatakan kawah lumpur yang meletus itu terjadi di petak 141.
ADVERTISEMENT
Kejadian itu membuat warga sekitar panik dan kaget. Musababnya, tidak ada tanda-tanda gempa kecil ataupun gemuruh seperti letusan biasanya.
"Saya kaget. Enggak ada apa-apa, enggak ada gejolak apa-apa, tahu-tahu ada suara gemuruh seperti bumi runtuh," kata Agus di Blora.
Menurut Agus, saat terjadi letusan lumpur, getaran keras sempat terjadi di permukiman warga sekitar. Radiusnya mencapai lebih dari 1 kilometer.
Menurut Agus, fenomena alam di Kesongo hampir mirip seperti di Bleduk Kuwu Grobogan. Dia bilang, yang disemburkan Kesongo adalah gas.
Bleduk Kuwu Grobogan adalah istilah ledakan yang terjadi di gunung api lumpur yang terletak di Desa Kuwu, Kecamatan Kradenan, Kabupaten Grobogan, Provinsi Jawa Tengah
Lebih lanjut Agus menuturkan, sekitar 3 tahun yang lalu, di Kesongo, letusan kawah lumpur itu sempat menewaskan seseorang. Hari ini, meskipun tidak ada korbannya, namun beberapa orang diketahui ada yang keracunan akibat kejadian ini.
ADVERTISEMENT
Sementara itu, Babinsa Gabusan, Serka Jatmiko mengatakan dalam peristiwa itu, 4 warga dilaporkan keracunan. Mereka keracunan karena menghirup gas dari letusan kawah lumpur itu saat sedang menggiring kerbau ternaknya pada pagi hari.
Jatmiko juga mengatakan sebanyak 19 kerbau milik 4 orang itu hilang ditelan lumpur saat sedang minum air di rawa sekitar tempat kejadian perkara.
"Yang baru ketemu 1 kerbau, yang lainnya belum ditemukan," kata Jatmiko.
***
(Simak panduan lengkap corona di Pusat Informasi Corona)