Lurah Jatinegara: Ibu Eny Dulu Orang Mampu, Barang Branded, tapi Sekarang Dijual
·waktu baca 2 menit

Lurah Jatinegara, Slamet Sihabudin, mengungkapkan latar belakang keluarga Eny Sukaesih (58) dan Pulung Mustika Abima alias Tiko (23). Dulu, Eny dan Tiko merupakan keluarga yang berada.
Bahkan, lanjut Slamet, hampir seluruh barang yang dimiliki bermerek atau branded.
"Bu Eny ini kan dulunya ini termasuk orang yang mampu. Barang barang pun branded semua ya," ungkap Slamet saat ditemui, Kamis (5/1).
Semenjak sang suami, Herman Susanto, pergi meninggalkannya, kondisi perekonomian Eny dan Tiko pun menurun. Mereka menjual beberapa barang berharganya.
"Sedikit banyak ini sudah dijual untuk biaya kehidupan dan keperluan sehari-hari oleh Tiko dijual seizin dan disuruh ibunya," jelas Slamet.
Terpisah, tetangga Eny, Fadly Hariadi (45) mengaku pernah melihat Tiko berkeliling menjajakan beberapa perabotan rumah. Barang-barang tersebut ditawarkan ke tetangga dekat rumahnya.
"Jadi gini dia bawa surat. Nulis note. assalamualaikum ibu haji. Ini saya butuh beras. saya mau jual pot. Terus yaudah dibantu. jadi Tiko-nya bawa pot ke rumah, bawa gorden di rumah dijual. Barang-barang dari rumahnya," ungkap Fadly.
Tiko sebelumnya viral lantaran merawat ibunya mengalami sakit jiwa selama 12 tahun sendirian. Lebih pilunya lagi, mereka tinggal puluhan tahun di rumah mewah tanpa listrik dan air bersih di Kompleks PLN RT 06, RW 02, Kecamatan Cakung, Jakarta Timur.
Ayah dari Tiko sudah lama meninggalkan mereka, sehingga seluruh kebutuhan mereka diurus Tiko sendirian.
