Lurah Menteng: Pelayanan Meningkat Meski Ahok Cuti

kumparanNEWSverified-green

clock
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical

Kantor Kelurahan Menteng (Foto: Johanes Hutabarat)
zoom-in-whitePerbesar
Kantor Kelurahan Menteng (Foto: Johanes Hutabarat)

Selain kantor Kelurahan Pasar Minggu, kumparan juga mencari tahu kebenaran klaim Partai Solidaritas Indonesia (PSI) bahwa Jakarta semrawut saat ditinggal Ahok cuti kampanye. Kali ini di kantor Kelurahan Menteng, Jakarta Pusat.

Untuk mencari tahu kondisi pelayanan secara objektif, kami menanyakan ke beberapa warga yang sedang mengurus berbagai keperluan administrasi di kantor kelurahan. Apakah ada perbedaan pelayanan sejak Ahok cuti?

"Pengurusan berkas sebelum Ahok cuti sama sekarang sama aja. Cuma kan berkas yang diminta harus lengkap," ucap warga bernama Ali (36), yang sedang mengurus surat domisili, Senin (23/1).

Ali mengatakan Kelurahan Menteng sudah menerapkan Pelayanan Terpadu Satu Pintu (PTSP), sehingga lebih tertib dan tidak ada praktek pungli. Dia hanya berharap persyaratan dokumennya lebih ringkas.

"Nggak ada perbedaan, sama aja. Cuma ya bagi saya gini loh, aturannya itu harusnya jangan diberatkan," ujarnya.

Kondisi pelayanan di Kelurahan Menteng. (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Kondisi pelayanan di Kelurahan Menteng. (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

Hal senada disampaikan Uwi, (45), yang sedang mengurus KTP. Menurutnya, tidak ada perbedaan pelayanan sebelum dan setelah Ahok cuti. Namun Uwi menyebut pengurusan KTP paling cepat 10 hari, itu masih dianggap cepat bagi Uwi.

"Bikin akte nggak ada perbedaan, cepet kok," tuturnya.

video youtube embed

Deli (45), memberi pernyataan yang sama. Sebelum Ahok cuti 28 Oktober dia mengurus Kartu Keluarga (KK) di Kelurahan Menteng, sekarang dia kembali untuk mengurus pembuatan KTP. Tidak ada perubahan pelayanan.

"Oh, nggak ada perbedaan sama. Hitungannya sih dari tanggal 5 sampai sekarang nih, hampir 10 hari lebih deh," ucap Deli.

Deli, warga Kelurahan Menteng (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Deli, warga Kelurahan Menteng (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

Iis (43), yang mengaku tinggal di Menteng sejak lahir, menyebut untuk membuat SKTM (Surat Keterangan Tidak Mampu) cukup cepat dan tidak ada hubungan dengan masa kampanye Ahok. Hanya dia melihat, kantor kelurahan makin ramai.

"Cepet sih, nggak sampai ngantre. Setengah jam. Saya ngambil antrean, duduk sebentar, karena lagi sepi. Hari itu jadi.

Pelayaan Justru Meningkat

Lurah Menteng, Agus Sulaeman, saat ditemui kumparan di ruang kerjanya mengatakan memang tidak ada kaitan antara Ahok yang cuti alias tidak sedang memimpin Jakarta, dengan pelayanan terhadap warga.

"Untuk pelayanan itu sebetulnya tidak ada perubahan sama sekali. Cuti atau tidak cuti Pak Gubernur, tetap saja pelayanan itu sudah setting, sudah tersistem," ucap Agus sambil merapihkan beberapa berkas di hadapannya.

Lurah Menteng Agus Sulaeman (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)
zoom-in-whitePerbesar
Lurah Menteng Agus Sulaeman (Foto: Johanes Hutabarat/kumparan)

Menurutnya, dibandingkan kelurahan lain, Menteng pelayanannya paling banyak karena jumlah warga banyak. Sejak pukul 07.30 WIB, kantor kelurahan sudah buka.

"Ini kan ring 1, respon kita harus cepat. Pelayanan kita harus baik, kenapa? Kalau respon kita cepat, di sini orang punya akses ke atas semua," ucap Agus.

"Kemudian karakter masyarakat terbagi dua, yang satu wilayah elit, yang satu kawasan padat. Mereka juga minta pelayanan yang lebih bagus. Tapi kita tidak pernah pelayanan tertunda, kecuali persyaratannya belum. (Kurang) surat RT RW, kemudian harus foto copy, apa segala macam," imbuhnya.

Tak hanya model pelayanan di kantor, Agus menuturkan dia sebagai lurah juga juga sudah membiasakan diri untuk blusukan alias meninjau lapangan.

"Jadi pola saya seperti ini, pagi pukul 07.00 WIB saya sampai sini. Saya tandatangani pelayanan yang jadi kewenangan saya, itu sampai pukul 09.00 WIB. Pukul 09.00 WIB saya lingkar (blusukan). Kan sekarang pola kerja lurah 70 persen di lapangan, 30 persen di sini," bebernya.

Agus kembali ke kantor lagi pukul 16.00 WIB, lalu menyelesaikan berkas-berkas hingga malam. Tak sekali Agus menginap di kantor kelurahan karena banyaknya pekerjaan.

"Secara keseluruhan, pelayanan kepada warga justru semakin bagus, tidak ada perubahan. Saya nggak tahu kelurahan lain ya, tapi untuk Menteng sama saja. Malah justru meningkat," ucap Agus kembali menegaskan soal suasana saat Ahok cuti.