kumparan
Politik18 Desember 2018 14:56

Ma'ruf Amin Minta Perusak Bendera Demokrat Ditindak

Konten Redaksi kumparan
Ma'ruf Amin dan wartawan, kediaman Situbondo, Jakarta
Cawapres nomor urut 01 Ma'ruf Amin dalam acara ngopi bareng wartawan di kediaman Ma'ruf, Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Rabu (12/12) (Foto: Rafyq Panjaitan/kumparan)
Kejadian tak mengenakkan dialami oleh Partai Demokrat saat di Pekanbaru, Riau, Sabtu (15/12). Sejumlah bendera dan atribut partai dirusak oleh oknum tidak bertanggung jawab. Setelah dinvestigasi oleh kader Demokrat, pelaku perusakan diduga dilakukan oleh oknum partai tertentu.
ADVERTISEMENT
Menanggapi itu, cawapres 01, Ma'ruf Amin meminta sebaiknya kasus perusakan bendera diserahkan sepenuhnya kepada pihak berwajib. Ia berharap, agar beberapa pihak tak membuat kesimpulan sendiri terkait perusakan itu.
"Kita serahkan saja diproses hukum aja. Jangan kita membuat kesimpulan yang belum jelas," kata Ma'ruf di Jalan Situbondo, Jakarta Pusat, Selasa (18/12).
Bendera Partai Demokrat Dirobek di Pekanbaru, Riau
SBY melihat Bendera Partai Demokrat Dirobek di Pekanbaru, Riau. (Foto: Twitter/@AgusYudhoyono)
Ma'ruf mengatakan, pihak kepolisian dapat mengusut permasalahan itu secara tuntas. Ia meyakini polisi akan objektif menangani kasus tersebut. Tak hanya itu, Ma'ruf juga mendorong agar pelaku dapat ditindak secara hukum apabila terbukti merusak atribut Partai Demokrat.
"Serahkan kepada aparat hukum untuk diproses secara hukum. Kita percayalah alat penegak hukum kita, polisi kita insyaAllah akan objektif siapa yang sebenarnya. Siapa saja yang merusak ya harus ditindak," ucapnya.
Bendera Partai Demokrat Dirobek di Pekanbaru, Riau
Bendera Partai Demokrat Dirobek di Pekanbaru, Riau. (Foto: Twitter/@AgusYudhoyono)
Sebelumnya, Wasekjen Demokrat Andi Arief dalam cuitannya di twitter menyinggung keterlibatan partai berkuasa dalam insiden perusakan bendera itu.
ADVERTISEMENT
"Dari pengakuan orang ditangkap oleh Polisi, jumlah perusak atribut partai Demokrat ada 35 orang yang dibagi dalam 5 kelompok, satu regu 7 orang. Mereka dibayar 150 ribu/orang. Yang menyedihkan, pemberi order dari Partai berkuasa," cuit @AndiArief_, Sabtu (15/12).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan