kumparan
9 Oktober 2018 13:53

Ma'ruf soal Atlet Judo Didiskualifikasi karena Hijab: Ikuti Aturan

Cawapres RI, Ma'ruf Amin, Rapat Pleno Pengurus NU, NU
Cawapres RI, Ma'ruf Amin saat rapat Pleno pengurus NU, Sabtu (21/9/2018). (Foto: Helmi Afandi Abdullah/kumparan)
Cawapres Ma'ruf Amin ikut angkat bicara soal atlet judo tunanetra Indonesia, Miftahul Jannah, yang didiskualifikasi dari Asian Para Games karena menolak membuka hijabnya. Menurut Ma'ruf, sebagai atlet yang henda bertanding, Miftah seharusnya mengikuti aturan yang berlaku.
ADVERTISEMENT
"Ya, kita aturannya, waktu mau masuk kan ada aturannya harus gini. Kalau memang tidak sesuai aturan, ya kalau begitu kan penegakan aturannya ya harus dipenuhi," kaa Ma'ruf di Kantor MUI, Jakarta, Selasa (9/10).
Ia menambahkan, seharusnya tidak ada polemik soal boleh tidaknya penggunaan hijab saat bertanding. Sebab, jika aturan pertandingan sudah dibuat demikian, seharusnya atlet hanya tinggal mengikutinya saja.
"(Kita) tidak dalam posisi mengatakan sesuatu, kecuali tidak ada peraturan," ucapnya.
Untuk itu, Ma'ruf menyerahkan sepenuhnya soal boleh tidaknya atlet judo mengenakan hijab saat pertandingan kepada panitia penyelenggara. Sebab, pihak panitialah yang memiliki wewenang mengatur hal tersebut.
"Itu urusannya dengan panitia. Kita serahkan kepada yang punya kewenangan. Kita kan tidak mendahului," pungkas Ketua MUI itu.
ADVERTISEMENT
Miftahul sempat diminta melepaskan hijab yang ia kenakan sebelum bertanding karena bertentangan dengan aturan Internasional Judo Federation (IJF). Aturan tersebut dibuat dengan alasan keamanan medis bagi atlet.
Karena aturan internasional itu, langkah Miftahul di babak 16 besar nomor blind (tunanetra) judo kelas 52 kilogram harus terhenti. Seharusnya, ia bertanding melawan Oyun Gantulga (Mongolia) di JIExpo Grand Ballroom, Senin (8/10).
Tulisan ini berasal dari redaksi kumparan. Laporkan tulisan