Mabes Polri Bantu Tangani Gempa 7,7 M di NTT: Kirim 137 Personel, Tenda-Wifi

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Pemberangkatan personel gabungan Polri untuk membantu penanganan gempa NTT di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (15/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Pemberangkatan personel gabungan Polri untuk membantu penanganan gempa NTT di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (15/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Mabes Polri mengerahkan 137 personel untuk membantu menangani korban gempa bumi 7,7 magnitudo di Nusa Tenggara Timur (NTT). Selain personel, Mabes Polri juga mengirimkan bantuan logistik berupa tenda hingga wifi portabel.

Kadiv Humas Polri Irjen Johnny Eddizon Isir mengatakan ratusan personel yang dikirimkan berasal dari satuan SAR Brimob, DVI dan Dokkes, Humas, Slog, serta Propam.

"Malam ini yang diberangkatkan total 137 personel. Terdiri dari personel SAR Brimob sebanyak 101, personel DVI dan Dokkes sebanyak 14 personel, dari personel Humas 9, personel Slog ada 3, personel Propam ada 10. Total sekitar 137 personel malam ini," kata Isir di Bandara Soekarno-Hatta, Sabtu (15/8).

Kadiv Humas Polri, Irjen Johnny Eddizon Isir memberikan keterangan pers soal pemberangkatan personel gabungan Polri untuk membantu penanganan gempa NTT di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (15/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Dari jumlah tersebut, sebanyak 101 personel merupakan anggota SAR Brimob dari Pasukan Pelopor. Mereka disiapkan untuk memperkuat proses pencarian dan pertolongan terhadap warga yang terdampak gempa.

Isir menjelaskan, personel yang telah dikirimkan itu akan berfokus memastikan keselamatan masyarakat, evakuasi, pertolongan terhadap korban, serta pemenuhan kebutuhan warga yang terdampak bencana.

"Prioritas utama Polri saat ini adalah memastikan keselamatan masyarakat, melakukan evakuasi, memberikan pertolongan kepada korban, serta memastikan kebutuhan masyarakat yang terdampak dapat segera tertangani," ujar Isir.

Siapkan Anjing K-9

Seekor anjing polisi robot dan anjing polisi K9 bekerja sama dalam acara HUT Bhayangkara ke-79 di Monumen Nasional, Selasa (1/7/2025). Foto: Bay Ismoyo/AFP

Polri juga menyiapkan anjing K-9 atau anjing pelacak untuk membantu pencarian korban yang tertimpa reruntuhan bangunan.

Isir mengatakan, pengerahan K-9 dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan dan kesiapan sarana transportasi.

"Pengiriman K-9 akan dilakukan pada tahap berikutnya dengan menyesuaikan kebutuhan di lapangan serta kesiapan sarana transportasi. Paling lambat besok pagi sudah dikirimkan," kata Isir.

Selain mengerahkan personel dari Mabes Polri, dukungan juga disiapkan dari sejumlah Polda terdekat. Seperti Polda Nusa Tenggara Barat, Polda Bali, dan Polda Jawa Timur yang disiapkan apabila sewaktu-waktu dibutuhkan.

Kirim Tenda-Wifi Portabel

Pemberangkatan personel gabungan Polri untuk membantu penanganan gempa NTT di Bandara Internasional Soekarno Hatta, Sabtu (15/8/2026). Foto: Pradya Tirta/kumparan

Polri juga menyiapkan sejumlah bantuan logistik untuk masyarakat terdampak. Bantuan tersebut terdiri dari 10 set tenda pleton, 10 unit wifi portable, dan 240 dus makanan cepat saji.

Logistik tersebut akan diberangkatkan dari Lanud Pondok Cabe, Tangerang Selatan, menggunakan pesawat Polri berjenis CN-295.

Dalam penanganan bencana tersebut, Polri bersinergi dengan TNI, pemerintah daerah, Basarnas, BPBD, serta sejumlah pihak terkait lainnya.

Isir menegaskan pengerahan kekuatan Polri akan dilakukan secara bertahap sesuai perkembangan kondisi di lapangan.

"Saat ini seluruh kekuatan Polri terus kami siapkan secara bertahap sesuai dengan perkembangan dan kebutuhan di lapangan. Sekali lagi, prioritas kami adalah keselamatan warga masyarakat di wilayah Flores, Nusa Tenggara Timur, dan memberikan dukungan maksimal dalam proses evakuasi, pencarian dan pertolongan, pelayanan kesehatan, dan pemenuhan kebutuhan masyarakat serta penanganan dampak bencana di wilayah Flores dan Nusa Tenggara Timur," pungkasnya.