Mabes TNI Bicara soal Prajurit Diserang WNA di Lokasi Tambang Emas di Kalbar

15 Desember 2025 16:19 WIB
·
waktu baca 1 menit
comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Kapuspen TNI Mayjen Freddy Ardianzah pimpin upacara pembukaan pembekalan awak media di daerah rawan TA 2025. Foto: Dok. Puspen TNI
zoom-in-whitePerbesar
Kapuspen TNI Mayjen Freddy Ardianzah pimpin upacara pembukaan pembekalan awak media di daerah rawan TA 2025. Foto: Dok. Puspen TNI
ADVERTISEMENT
Sejumlah personel TNI diduga diserang sejumlah Warga Negara China di kawasan tambang emas di Ketapang, Kalimantan Barat.
ADVERTISEMENT
Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah menyebut pihaknya masih mengumpulkan data.
“Terkait informasi tersebut, saat ini TNI masih mengumpulkan dan memverifikasi data di lapangan,” ucap Freddy saat dihubungi, Senin (15/12).
Kini, Freddy menyebut belum ada informasi terkait kronologi maupun jumlah personelnya yang menjadi korban.
“Belum ada informasi yang komprehensif terkait kronologi maupun jumlah korban,” ucap Freddy.
Ia pun mengatakan informasi lengkap akan disampaikan dalam waktu dekat.
“Perkembangan selanjutnya akan kami sampaikan setelah data lengkap dan terkonfirmasi,” tandas Freddy.
Informasi yang diperoleh, insiden itu bermula dari belasan WNA tersebut yang menerbangkan drone. Kemudian oleh pihak keamanan tambang, dan juga TNI yang sedang berpatroli ditegur. Namun para WNA itu malah melakukan penyerangan.
ADVERTISEMENT