Mabes TNI Jelaskan soal Telegram Siaga 1 TNI Imbas Konflik Timur Tengah

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah (kiri). Foto: Instagram/ @akademi_tni
zoom-in-whitePerbesar
Brigjen TNI Aulia Dwi Nasrullah (kiri). Foto: Instagram/ @akademi_tni

Mabes TNI memberikan penjelasan soal beredarnya telegram rahasia (TR) yang menginstruksikan TNI untuk siaga 1. Instruksi siaga 1 ini dalam rangka mengantisipasi perkembangan situasi di dalam negeri akibat konflik yang terjadi di kawasan Timur Tengah.

Kapuspen TNI Brigjen Aulia Dwi Nasrullah mengkonfirmasi beredarnya TR ini.

"Perlu saya sampaikan bahwa sesuai yang diamanatkan dalam UU TNI, salah satu tugas pokok TNI adalah melindungi segenap bangsa dan seluruh tumpah darah Indonesia dari ancaman dan gangguan terhadap keutuhan Bangsa dan Negara," kata Aulia saat dikonfirmasi, Minggu (8/3).

Prajurit TNI mengikuti apel gelar pasukan pengamanan Natal dan Tahun Baru (Nataru) 2026 di Silang Monas, Jakarta, Rabu (24/12/2025). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Aulia menekankan TNI bertugas secara profesional dan responsif, yang diwujudkan dengan senantiasa memelihara kemampuan dan kekuatan agar selalu siap operasional.

TNI pun harus siap siaga mengantisipasi perkembangan di lingkungan strategis internasional, regional maupun nasional.

"Dengan demikian TNI harus memiliki kesiapsiagaan operasional yang tinggi, salah satunya adalah dengan melaksanakan Apel pengecekan kesiapan secara rutin," ucap Aulia.

Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto (kanan) mengecek prajurit Satgas TNI Kontingen Garuda (Konga) yang tiba di Plaza Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta, Kamis (14/3/2024). Foto: Bayu Pratama S/Antara Foto

Sebelumnya Surat telegram bernomor TR/283/2026 itu tertanggal 1 Maret 2026. Ditembuskan kepada Panglima TNI dan Wakil Panglima TNI. Ada setidaknya 7 instruksi yang termuat dalam telegram tersebut.

Berikut daftarnya:

  1. Panglima Komando Utama Operasi (Pangkotamaops) TNI menyiagakan personel dan alutsista dan melaksanakan patroli di objek vital strategis sentral perekonomian, bandara, pelabuhan laut/sungai, stasiun kereta api, terminal bus, hingga PLN.

  2. Komando Pertahanan Udara Nasional (Kohanudnas) melaksanakan deteksi dini dan pengamatan udara secara berkala secara terus menerus selama 24 jam.

  3. BAIS TNI memerintahkan atase pertahanan (Athan) RI di negara terdampak untuk mendata dan memetakan serta merencanakan evakuasi WNI bila diperlukan serta berkoordinasi dengan Kemlu, KBRI, dan otoritas terkait sesuai eskalasi di kawasan Timur Tengah.

  4. Kodam Jaya/Jayakarta diinstruksikan agar melaksanakan patroli di tempat-tempat obvit (objek vital) strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.

  5. Satuan intelijen TNI melaksanakan deteksi dini dan cegah dini adanya kelompok di tempat-tempat obvit (objek vital) strategis dan kedutaan-kedutaan serta mengantisipasi perkembangan situasi dalam menjaga kondusivitas di wilayah DKI Jakarta.

  6. Badan Pelaksana Pusat (Balakpus) melaksanakan siaga di satuan masing-masing. Ketujuh, setiap perkembangan situasi yang terjadi dilaporkan kepada Panglima TNI pada kesempatan.

  7. Laporan setiap bangsit yang terjadi kepada Panglima TNI pada kesempatan.