Mabes TNI soal Kontak Tembak dengan OPM di Kiwirok: 1 Prajurit Gugur, 2 Luka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Foto: Puspen TNI
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Kepala Pusat Penerangan (Wakapuspen) TNI Brigjen TNI (Mar) Freddy Ardianzah. Foto: Puspen TNI

Insiden kontak tembak antara TNI dan OPM terjadi di Distrik Kiwirok, Kabupaten Pegunungan Bintang, Papua, pada Kamis (25/9). Akibat serangan tersebut, tiga prajurit TNI menjadi korban.

Pos Kiwirok Satgas Pamtas RI-PNG Yonif 753/AVT Koops Swasembada diserang tembakan yang diduga dilakukan OPM Kelompok Kriminal Bersenjata (KKB) dari Kodap XV/Ngalum Kupel pimpinan Lamek Taplo.

Kepala Pusat Penerangan (Kapuspen) TNI, Mayjen TNI Freddy Ardianzah, mengonfirmasi satu prajurit gugur, sementara dua lainnya mengalami luka tembak.

“Satu gugur, satu kena tembak di pinggang, sudah operasi pengangkatan proyektil, dan satu luka ringan kena rekoset di pipi,” kata Freddy kepada wartawan, Jumat (26/9).

kumparan post embed

Sementara Komando Operasi Swasembada melalui Letkol Inf Moch Renaldy menyampaikan ketiga korban telah dievakuasi ke RS Marthen Indey untuk mendapatkan perawatan medis.

Selain menimbulkan korban dari pihak TNI, serangan ini memicu kepanikan di kalangan masyarakat.

Warga yang merasa terancam oleh aktivitas KKB memilih mengungsi ke Kantor Koramil Oksibil, Kabupaten Pegunungan Bintang, demi keamanan.

Hingga saat ini, personel TNI di Distrik Kiwirok masih dalam status Siaga 1 untuk mengantisipasi kemungkinan gangguan lanjutan. Situasi di wilayah tersebut dinyatakan rawan, namun tetap dalam kendali aparat keamanan.