Macan Tutul Masuk Hotel di Bandung Sama dengan yang Kabur dari Lembang Zoo?
ยทwaktu baca 2 menit

Balai Besar Konservasi Sumber Daya Alam (BBKSDA) Jawa Barat belum bisa memastikan apakah macan tutul yang masuk ke Hotel Anugerah di Bandung sama dengan macan tutul yang kabur dari Lembang Park and Zoo. Perlu ada pemeriksaan lebih lanjut sebelum menjawab kabar itu.
"Kita enggak sampai ke situ dulu karena dilihat dari lokasi dan rentang waktu itu terlalu jauh ya. Jadi kita belum bisa pastikan apakah itu macan tutul yang sama atau sejenis, kita belum bisa pastikan," kata Humas BBKSDA Jawa Barat, Ery Mildranaya, Senin (6/10).
"Kalau dari jarak antara LPZ (Lembang Park & Zoo) dengan lokasi sini, jaraknya kira-kira 5,6 kiloan, lebih gitu ya. 6 kiloan, 6 kiloan itu harus masuk lewat menyusur perkebunan, area masyarakat, itu kita belum bisa berspekulasi terlebih dari itu," kata Ery melanjutkan.
Sebelumnya, seekor macan tutul itu terekam video masuk ke sebuah hotel di Jalan Padasaluyu, Kelurahan Isola, Kecamatan Sukasari, Kota Bandung. Macan itu terlihat berada di pojokan ruangan.
Macan tutul itu berhasil dievakuasi dalam waktu 3 jam. "Evakuasi berlangsung selama 3 jam," kata Kapolsek Sukasari, Kompol Ni Wayan, Senin (6/10).
Proses evakuasi terkendala karena posisi macan tutul yang berada di lantai atas.
"Untuk kesulitan karena ini ada di lantai 2, jadi untuk evakuasinya cukup rumit demikian," ucap Ni Wayan.
Kasus Macan Lepas dari Lembang Park and Zoo
Sebelumnya diberitakan, seekor macan tutul yang sedang menjalani karantina di Lembaga Konservasi Lembang Park & Zoo lepas dari kandang. Macan itu menjebol atap kandang dan kabur ke kawasan sekitar pada Kamis (28/8).
Humas Lembang Park & Zoo, Miftah Setiawan, mengatakan macan tutul itu merupakan titipan dari BBKSDA Jabar yang dievakuasi karena masuk ke Kantor Balai Desa Kutamandarakan, Kabupaten Kuningan, pada Senin, 26 Agustus 2025.
"Hewan yang diduga lepas adalah titipan dari BKSDA, seekor macan tutul berusia sekitar tiga tahun. Macan tutul ini hasil rescue dari wilayah Kuningan," ucap Miftah saat jumpa pers di Lembang Park & Zoo, Kamis (28/8).
Setelah lepas, hingga saat ini keberadaan macan tutul itu belum diketahui. Rekaman jejak terakhir terdeteksi di kawasan hutan di Tangkuban Perahu.
