Macron Minta Trump Hentikan Perang di Gaza bila Ingin Raih Nobel Perdamaian

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

comment
3
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Prancis Emmanuel Macron di markas besar PBB di New York, Senin (22/9) waktu setempat. Foto: Ludovic Marin/AFP
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Prancis Emmanuel Macron di markas besar PBB di New York, Senin (22/9) waktu setempat. Foto: Ludovic Marin/AFP

Presiden Prancis Emmanuel Macron menyatakan Presiden AS Donald Trump harus menghentikan perang di Gaza bila ingin mendapatkan penghargaan Nobel Perdamaian.

Macron yang diwawancarai televisi Prancis, BFM TV, mengatakan hanya Trump yang memiliki kekuatan untuk menekan Israel agar mengakhiri serangannya di Gaza.

"Hanya ada satu orang yang dapat melakukannya, dan orang itu adalah Presiden AS," kata Macron, dikutip dari Reuters, Rabu (24/9).

"Dan alasan dia dapat melakukannya lebih dari kita karena kita tidak memasok senjata yang memungkinkan perang di Gaza. Kami tidak memasok peralatan yang memungkinkan perang di Gaza. Amerika Serikat yang melakukannya," lanjut Macron.

Dalam pidatonya di Sidang Umum PBB, Trump menolak langkah yang diambil negara-negara Barat sekutunya mengakui negara Palestina. Menurut Trump, langkah itu menjadi hadiah bagi Hamas.

Presiden AS Donald Trump dan Ibu Negara Melania Trump menaiki eskalator saat tiba untuk menghadiri Sidang Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa ke-80, di New York City, New York, AS, Selasa (23/9/2025). Foto: Kylie Cooper/REUTERS

"Saya melihat seorang presiden Amerika yang terlibat, yang mengulangi pernyataannya pagi ini dari podium: 'Saya ingin perdamaian. Saya menyelesaikan 7 konflik', yang menginginkan Penghargaan Nobel Perdamaian. Penghargaan Nobel Perdamaian baru bisa didapat jika anda menghentikan konflik," kata Macron lagi.

Konflik Trump sebut telah dihentikan di masa pemerintahannya saat ini di antaranya konflik perbatasan Thailand-Kamboja, India-Pakistan, dan Iran-Israel. Kamboja, Israel, dan Pakistan bahkan menominasikan Trump untuk mendapat Penghargaan Nobel Perdamaian karena menjadi perantara perdamaian atau gencatan senjata.

Sebelumnya, Trump pernah menyatakan berhak mendapat Penghargaan Nobel Perdamaian seperti empat pendahulunya.

"Presiden Trump telah berbuat banyak untuk perdamaian dari siapa pun yang hadir di PBB," kata juru bicara Gedung Putih, Anna Kelly.

"Hanya presiden ini yang dapat mencapai begitu banyak hal untuk stabilitas global karena dia secara efektif Membuat Amerika Kuat Lagi (Made America Strong Again)," lanjutnya.