Macron Telepon Putin, Minta Penjelasan soal Serangan Rusia ke Ukraina

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, menghadiri konferensi pers bersama, di Moskow, Rusia, Senin (7/2/2022). Foto: Thibault Camus/Pool via REUTERS
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Rusia Vladimir Putin dan Presiden Prancis Emmanuel Macron, menghadiri konferensi pers bersama, di Moskow, Rusia, Senin (7/2/2022). Foto: Thibault Camus/Pool via REUTERS

Presiden Prancis Emmanuel Macron menghubungi Presiden Rusia Vladimir Putin melalui sambungan telepon pada Kamis (24/2) malam. Kabar ini disampaikan oleh Kremlin.

Dalam pembicaraan itu, Kremlin mengatakan Macron ingin mempertanyakan alasan Rusia menyerang Ukraina. Putin pun langsung memberikan penjelasan.

"Presiden Rusia Vladimir Putin berbicara melalui telepon dengan Presiden Prancis Emmanuel Macron pada hari Kamis dan memberinya penjelasan lengkap tentang alasan tindakan Rusia di Ukraina," kata Kremlin dikutip dari Reuters, Jumat (25/2).

"Panggilan itu dilakukan atas inisiatif Macron. Dia dan Putin setuju untuk tetap berhubungan," jelas Kremlin.

kumparan post embed

Hanya saja, Kremlin belum membeberkan apa penjelasan yang disampaikan Putin kepada Macron terkait serangan ke Ukraina.

Sebelumnya, Vladimir Putin memerintahkan aksi militer di Ukraina Kamis pagi. Ia juga mengancam pihak yang membantu Ukraina. Menurutnya, akan ada konsekuensi bagi mereka yang ikut campur tangan.

"Siapa pun yang mencoba mengganggu kami dan terlebih lagi untuk menciptakan ancaman bagi negara kami, kepada rakyat kami, harus tahu bahwa tanggapan Rusia akan segera dan akan membawa Anda ke konsekuensi yang belum pernah Anda alami dalam sejarah Anda," kata Putin.

"Kami siap untuk setiap perkembangan peristiwa. Semua keputusan yang diperlukan dalam hal ini telah dibuat. Saya harap saya akan didengar," tegas Putin.

Prajurit ambil bagian dalam latihan taktis dan khusus bersama Kementerian Dalam Negeri Ukraina di kota hantu Pripyat, dekat Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir Chernobyl. Foto: Sergei Supinsky / AFP

Selama hari pertama invasi di Ukraina, dilaporkan 57 orang tewas. Selain itu, sebanyak 169 orang mengalami luka.

Letusan tembakan juga masih terjadi di beberapa wilayah. Bahkan beberapa lokasi vital di Ukraina dilaporkan sudah dikuasai oleh Rusia seperti reaktor nuklir Chernobyl.