Macron Ungkap Indonesia-Prancis Akan Gelar Latihan Militer Gabungan Pegasus 2026

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Presiden Perancis Emmanuel Macron memberikan sambutan saat menerima Presiden Prabowo Subianto di Istana Elysee, Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden
zoom-in-whitePerbesar
Presiden Perancis Emmanuel Macron memberikan sambutan saat menerima Presiden Prabowo Subianto di Istana Elysee, Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Presiden Prancis Emmanuel Macron mengungkapkan Indonesia dengan Prancis akan menggelar latihan militer gabungan dalam misi Pegasus 2026.

Hal itu diungkap Macron saat memberikan pernyataan pers bersama Presiden Prabowo Subianto di Istana Elysee, Paris, Prancis, Kamis (28/5).

"Kita akan memperkuat upaya pelatihan dan kerja sama operasional kita. Kita telah meningkatkan latihan bersama, beberapa di antaranya akan berlangsung dalam waktu dekat, khususnya terkait dengan misi Pegasus pada September 2026," ujar Macron.

Macron menjelaskan, Prancis memang ingin memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang pertahanan. Selama ini, kerja sama tersebut sudah berjalan. Salah satunya dibuktikan dengan pengiriman jet tempur Rafale untuk Indonesia.

"Tetapi di semua bidang, baik itu menyangkut jet tempur, kemampuan Angkatan Laut Indonesia, atau kemampuan Angkatan Darat, latihan bersama, atau pelatihan, kita telah memberikan dimensi baru pada kemitraan pertahanan dan keamanan, dan kita akan segera bertukar informasi lagi dan membangun perspektif baru," ungkapnya.

Presiden Prabowo Subianto disambut oleh Presiden Prancis Emmanuel Macron saat tiba Istana Elysee, Paris, Prancis, Kamis (28/5/2026). Foto: YouTube/ Sekretariat Presiden

Selain soal pertahanan, Macron menambahkan, Prancis juga akan memperkuat kerja sama dengan Indonesia di bidang ekonomi.

"Dalam hal ini, saya berharap Perjanjian Kemitraan Ekonomi Komprehensif antara Uni Eropa dan Indonesia akan segera berlaku. Saya tahu Anda juga memiliki harapan yang sama. Memang, kita saling melengkapi dalam banyak hal," tutur dia.

Perjanjian tersebut, menurut Macron, akan menghapus hambatan perdagangan dan investasi. Prancis, katanya, akan meluncurkan proyek-proyek besar di bidang transportasi, kesehatan, transisi energi, hingga pertanian.

"Saya juga sangat senang bahwa hal ini memungkinkan kita untuk bergerak maju di banyak bidang, termasuk transisi energi, pertambangan, dan pertanian," jelas dia.

"Kita memiliki banyak hal yang harus dilakukan untuk memajukan dan mendiversifikasi kemitraan ini. Saya juga memikirkan sektor inovasi, dan bersama-sama kita ingin berbuat lebih banyak di sektor keuangan, kecerdasan buatan, komputasi kuantum, dan teknologi digital," katanya.