Mahasiswa Bentrok di Kampus UMI Makassar, Polisi Berjaga

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
1
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Mahasiswa melempari batu ke arah aparat kepolisian di depan kantor DPRD Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (24/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe
zoom-in-whitePerbesar
Mahasiswa melempari batu ke arah aparat kepolisian di depan kantor DPRD Sulsel, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (24/9/2019). Foto: ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Dua kelompok mahasiswa terlibat bentrokan di dalam kampus Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jalan Urip Sumohardjo, Kecamatan Panakkukang, Kota Makassar, Sulawesi Selatan, Senin (7/3) sore. Mereka saling serang dengan menggunakan senjata tajam

Wakil Rektor Bidang Kemahasiswaan UMI Nasrullah mengatakan, keributan mahasiswa itu dipicu persoalan sepele dari personal mahasiswa. Tetapi, karena saling bantu antar-mahasiswa sehingga kelompoknya ikut terlibat tawuran.

"Jadi, ada personal mahasiswa yang punya masalah. Tapi, karena solidaritas sehingga meluas jadi kelompok," kata Nasrullah saat ditemui di lokasi.

Dua kelompok mahasiswa ini berasal dari fakultas teknik. Mereka terlibat tawuran dengan saling lempar menggunakan batu hingga beberapa dari mereka membawa senjata tajam seperti parang dan Papporo.

Keributan cepat diredam oleh pihak kampus dibantu kepolisian. Untuk membubarkannya, petugas terpaksa menembakkan gas air mata. Mahasiswa sempat melakukan perlawanan dengan melempari polisi dengan batu.

"Tidak ada luka-luka ataupun kerusakan dalam peristiwa ini karena cepat diredam," ungkapnya.

Sementara Kapolsek Panakkukang Kompol Andi Ali Surya mengatakan, pihaknya akan melakukan penyelidikan untuk mengungkap motif atau penyebab keributan.

"Kami akan selidiki kasus ini. Kami telah berjaga di pintu masuk dan memeriksa setiap orang atau mahasiswa yang masuk ataupun keluar," singkatnya.

Saat ini, situasi di kampus UMI sudah mulai kondusif dibantu dengan penjagaan dari kepolisian.