Mahasiswa Cianjur di DIY Didata untuk Penyaluran Bantuan

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 3 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Korban gempa bertahan di tenda swadaya di persawahan Kampung Babakan Jamaras, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Cianjur. Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Korban gempa bertahan di tenda swadaya di persawahan Kampung Babakan Jamaras, Desa Sarampad, Kecamatan Cugenang, Cianjur. Foto: Dok. Istimewa

Pemda DIY mendata jumlah mahasiswa asal Cianjur di Yogyakarta. Hal ini menindaklanjuti informasi bahwa ada mahasiswa Cianjur di Yogyakarta yang membutuhkan bantuan.

"Dinas Sosial sudah saya minta untuk mengidentifikasi kemungkinan-kemungkinan kita bisa memberikan bantuan," kata Sekda DIY Kadarmanta Baskara Aji di Kepatihan Pemda DIY, Kamis (24/11).

"Kalau nanti regulasinya memungkinkan, dananya tersedia, ya saya kira siapa yang perlu dibantu kaitannya dengan Cianjur. Salah satunya kaitannya siswa yang tinggal di sini," lanjutnya.

Bantuan tersebut nantinya bisa dalam bentuk makanan atau dalam bentuk bantuan lain. Nantinya, Dinsos yang akan membuat perencanaannya.

Rumah warga yang ditinggal oleh penghuninya di Kampung Buniaga, Desa Ciherang, Kecamatan Pacet, Cianjur, Rabu (23/11/2022). Foto: Muhammad Iqbal/kumparan

"Kalau kita ingat dulu waktu COVID-19 kita juga bantu asrama-asrama itu dengan sembako," katanya.

Sementara soal apakah ada bantuan untuk biaya pendidikan, Aji mengatakan akan mengkomunikasikan hal itu pada perguruan tinggi.

"Apakah relaksasi, apakah pengurangan, itu biar nanti perguruan tinggi. Tapi kan perguruan tinggi tentunya melakukan pendataan sendiri di masing-masing perguruan tinggi ya," ujarnya.

Diberitakan sebelumnya, mahasiswa asal Cianjur di Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY) membutuhkan bantuan untuk biaya hidup. Mereka yang tengah menempuh pendidikan di Kota Gudeg ini turut terdampak bencana gempa yang melanda kampung halaman.

Mahasiswa STAI Sunan Pandanaran Sleman asal Cianjur yaitu Muhammad Azhar Jauhari mengatakan bahwa dirinya ingin mengetuk hati pemerintah Yogya dan warga terkait kondisi para mahasiswa Cianjur di Yogyakarta.

"Bahwa banyak anak-anak kuliah di Yogyakarta asal Cianjur, mereka tidak punya biaya hidup. Mereka tidak memiliki biaya hidup, mereka tidak punya uang untuk 1 bulan ke depan. Mereka meminta uang juga kondisi orang tuanya sedang tidak meyakinkan," kata Azhar saat doa bersama di Titik Nol Kilometer, Yogyakarta, Rabu (23/11).

Azhar yang tergabung di Perhimpunan Mahasiswa Cianjur Sugih Mukti atau Pancaniti Yogyakarta pun terus berusaha untuk saling membantu satu sama lain.

"Saya mengimbau kepada semuanya elemen masyarakat kepada pemerintah, para pengusaha yang ada di Yogyakarta untuk membantu saudara-saudara kita yang ada di sini bantu pendidikan mereka karena masa depannya masih panjang," katanya.

Azhar yang bertugas di Divisi Sosial Masyarakat Pancaniti Yogyakarta mengatakan bahwa total mahasiswa Cianjur di Yogyakarta mencapai ratusan.

"Data kita dapat ada 118 orang itu yang sudah terjaring. Sisanya lebih dari 200. Dana yang kita butuhkan dari hasil survei kemarin kita membutuhkan Rp 225 juta untuk biaya 1 bulan mereka. Yang berpendidikan di situ. 1 orang butuh sekitar Rp 1,5 juta minimal 1 juta perbulan," katanya.

"Kita usahakan mereka yang ditinggalkan orang tuanya yang terkena masalah, terkena bencana, kita bantu mereka, setidaknya biaya kos sama biaya makan mereka. Mungkin seperti itu," katanya.

Dia mengatakan, beberapa mahasiswa asal Cianjur juga memilih untuk pulang ke Cianjur agar tidak perlu mengeluarkan biaya hidup di Yogyakarta.