Mahasiswa Demo Tolak Kenaikan Harga BBM di DPRD Jabar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 1 menit

google
Ikuti kumparan di Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Massa aksi bakar ban demo tolak kenaikan harga BBM, di Depan Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (9/9/2022). Foto: Arif Syamsul Ma'arif/STR/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Massa aksi bakar ban demo tolak kenaikan harga BBM, di Depan Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (9/9/2022). Foto: Arif Syamsul Ma'arif/STR/kumparan

Sejumlah mahasiswa di Bandung kembali melakukan aksi unjuk rasa di depan Gedung Dewan Perwakilan Rakyat (DPRD) Provinsi Jawa Barat, terkait penolakan kenaikan harga bahan bakar minyak (BBM), Jumat (9/9). Pantauan kumparan, para mahasiswa tiba di lokasi pukul 15.17 WIB, tepat setelah Bandung diguyur hujan.

Salah satu mahasiswa, Bagas mengatakan, elemen mahasiswa yang berunjuk rasa berasal dari KAMMI bandung, Lembaga Dakwah Kampus (LDK), Forum Silaturahmi Lembaga Dakwah Indonesia (FSLDI), dan Ikatan Mahasiswa Muhammadiyah (IMM).

"Di sini hanya ada satu komando, satu kata, lawan," ucap orator unjuk rasa.

Sebelum melakukan aksi, salah satu orator mengajak para mahasiswa untuk melaksanakan salat berjemaah di depan Gedung DPRD Jabar.

Mereka kemudian melakukan tayamum terlebih dahulu. Spanduk-spanduk aspirasi hingga jaket dijadikan alas untuk melaksanakan salat.

Massa aksi bakar ban demo tolak kenaikan harga BBM, di Depan Gedung DPRD Kota Bandung, Jumat (9/9/2022). Foto: Arif Syamsul Ma'arif/STR/kumparan

Setelah salat, masa aksi kembali melakukan orasi secara bergantian. Adapun 3 poin tuntutan yang dilayangkan mereka, yakni menolak pemerintah menaikkan harga BBM bersubsidi, dan mendesak pemerintah mengendalikan harga barang-barang pokok.

Aksi itu juga mendesak pemerintah menunda proyek strategis nasional (PSN) yang tidak berdampak langsung bagi rakyat dan mengalihkan anggaran untuk subsidi BBM.

Reporter: Arif Syamsul Ma'arif