Mahasiswa Demo Tolak PPKM di Flyover Pasar Rebo

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 1 menit

comment
5
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Anggota Polisi memeriksa dokumen warga saat melintasi titik penyekatan baru di Mampang, Jakarta, Kamis (15/7).  Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO
zoom-in-whitePerbesar
Anggota Polisi memeriksa dokumen warga saat melintasi titik penyekatan baru di Mampang, Jakarta, Kamis (15/7). Foto: Akbar Nugroho Gumay/ANTARA FOTO

Sejumlah mahasiswa Unindra menggelar demo di bawah Fly Over Pasar Rebo, Jakarta Timur, Jumat (23/7) siang. Mereka menolak pelaksanaan PPKM.

Kapolsek Ciracas Kompol Jupriono mengatakan, peserta demo diikuti sekitar 30 mahasiswa. Polisi kemudian mengimbau agar mahasiswa membubarkan diri dan kembali ke kampusnya.

X post embed

"Sudah kita imbau dan kembali ke kampus," kata Jupriono saat dikonfirmasi.

Ia memastikan kondisi saat ini sudah kondusif. Mahasiswa yang berunjuk rasa sudah membubarkan diri.

"Alhamdulillah kondusif," ujarnya.

Tak hanya di Pasar Rebo, aksi serupa juga digelar di Jalan Salemba Raya, Jakarta Pusat. Tapi, hanya diikuti oleh 5 orang.

instagram embed

Aksi serupa rencananya akan digelar oleh di depan Istana Negara. Ajakan demo itu tersebar di media sosial.

Dalam postingan yang beredar, mengajak masyarakat di berbagai daerah mulai dari Jakarta, Tangerang, Bekasi, Bogor, Brebes, Indramayu, Semarang, Solo, Sukoharjo, Kudus, Kediri, Surabaya, Banjarmasin, Pontianak, Kendari hingga Padang untuk melakukan aksi demo.

Poster seruan aksi nasional di Jakarta menolak PPKM. Foto: Dok. Istimewa

Aksi itu bahkan sudah diberi nama 'Seruan Aksi Nasional, Jokowi End Game'. Untuk di Jakarta, aksi dilakukan dengan longmarch dari Grogol ke Istana Merdeka.

kumparan post embed

Mabes Polri mengimbau masyarakat tidak dengan ajakan aksi demo pada 24 Juli. Sebab, aksi demo berpotensi memicu kerumunan dan akan menambah penularan COVID-19.

"Kami berharap untuk tidak melakukan kerumunan karena situasi angka COVID yang masih tinggi," kata Kadiv Humas Polri Irjen Argo Yuwono dalam keterangannya, Jumat (23/7).