Mahasiswa di Aceh Meninggal Saat Ospek, Wajah Penuh Lebam

Muhammad Rasya Fadhillah (18), taruna baru di salah satu Politeknik Pelayaran di Aceh Besar, meninggal dunia saat menjalani masa orientasi studi dan pengenalan kampus (ospek), Minggu (27/9/2026).
Kabar meninggalnya Rasya menimbulkan pertanyaan di kalangan keluarga. Sebab, mahasiswa asal Kota Lhokseumawe itu disebut sempat mengalami demam dan sesak napas sebelum kondisinya memburuk.
Ibunda Rasya, Laila, mengatakan anaknya baru sekitar satu bulan menempuh pendidikan di Poltekpel tersebut.
“Ospek sejak empat hari lalu dan direncanakan sampai bulan 12 nanti,” kata Laila saat dihubungi, Senin (28/9/2026).
Menurut Laila, pada Sabtu (26/9), keluarga mendapat kabar dari teman-teman Rasya dan pihak kampus bahwa anaknya mengalami demam.
Rasya kemudian mengkonsumsi obat dan sempat meminta untuk mendapatkan infus. Namun, menurut Laila, kondisi Rasya justru memburuk setelah mendapat pengobatan.
“Anak saya demam, sempat makan obat, bahkan dia minta diinfus. Setelah diinfus kondisinya makin parah, seperti alergi obat. Badannya bengkak-bengkak,” ujarnya.
Kondisi Rasya kemudian semakin mengkhawatirkan hingga akhirnya dibawa ke IGD Rumah Sakit Umum Daerah dr. Zainoel Abidin (RSUDZA) Banda Aceh.
Kritis hingga Meninggal
Laila mengaku mendapat kabar bahwa kondisi anaknya kritis sekitar pukul 14.00 WIB. Ia bersama keluarga yang berada di Lhokseumawe kemudian langsung berangkat menuju Banda Aceh.
Namun, sekitar pukul 16.00 WIB, keluarga mendapat kabar bahwa Rasya telah meninggal dunia.
“Menurut kabar dari pihak rumah sakit diduga karena alergi obat,” kata Laila.
Selain itu, keluarga menyebut Rasya sempat mengalami sesak napas. Laila juga mengatakan terdapat lebam pada bagian wajah, dada, dan sejumlah bagian tubuh anaknya.
kumparan telah mengonfirmasi hal ini kepada pihak Poltekpel terkait, namun hingga berita ini ditulis belum mendapat tanggapan.
Ucapkan Belasungkawa
Sementara itu, Politeknik Pelayaran Malahayati Aceh menyampaikan turut berduka cita atas berpulangnya Muhammad Rasya Fadillah pada Minggu, 27 September 2026 pukul 16.14 WIB di RSUDZA Banda Aceh.
Rasya tercatat sebagai calon Taruna Program Diploma III Pembentukan Jurusan Sistem Kelistrikan Kapal Angkatan XIV.
"Semoga Allah SWT menerima amal ibadah dan kebaikannya serta mendapat tempat terbaik di sisi-Nya. Amin," tulis mereka di akun media sosialnya.
"Semangat, perjuangan, dan kenangan baik Almarhum selama menjalani masa pendidikan sebagai calon taruna di Politeknik Pelayaran Malahayati akan selalu menjadi bagian yang dikenang oleh keluarga besar kampus," lanjutnya.
