Mahasiswa di Demo 21 April: Jokowi Offside, BBM dan Pajak Naik Tinggi Sekali
ยทwaktu baca 2 menit

Mahasiswa dari Badan Eksekutif Mahasiswa Universitas Indonesia (BEM UI) dan Aliansi Mahasiswa Indonesia (AMI) memulai aksi demo mereka di kawasan Patung Kuda Arjuna Wiwaha, Jakarta Pusat, Kamis (21/4). Sebelum Demo 21 April, mahasiswa juga menggelar demo pada 11 April 2022 dengan tuntutan yang tidak berbeda jauh.
Pantauan kumparan di lokasi, massa yang datang dari Jalan Medan Merdeka Selatan memaksa masuk ke Jalan Medan Merdeka Barat. Mereka mendorong barikade polisi yang menutup jalan.
Kondisi itu membuat aparat memasang kawat berduri untuk membatasi massa merangsek masuk ke lokasi objek vital negara yakni Istana Negara.
Dalam orasinya sejumlah tuntutan disampaikan massa aksi mahasiswa secara bergantian. Mulai dari permintaan untuk menghentikan wacana tiga periode kepemimpinan presiden hingga kritik atas kenaikan BBM dan pajak yang menurut mereka sangat membebani rakyat.
Dalam menyuarakan kritiknya mereka menyanyikan lagu "Naik-naik ke Puncak Gunung, yang liriknya telah diubah:
"Naik naik BBM naik tinggi tinggi sekali
Naik naik Pajaknya naik tinggi tinggi sekali
Kiri kanan kulihat saja banyak rakyat sengsara
Kiri kanan kulihat saja banyak rakyat sengsara," kata para mahasiswa dalam orasinya.
Tak hanya itu, tajuk Jokowi Offside pun terus menggema sepanjang orasi yang disampaikan oleh mahasiswa. Hal itu disampaikan guna mengkritisi sejumlah kebijakan Presiden Jokowi yang dinilai justru tak berpihak pada masyarakat.
Sebelumnya BEM UI memperkirakan, sekitar 2.500 rekan mahasiswa akan ikut dalam Demo 21 April.
Dalam aksi hari ini, total ada 7 tuntutan yang akan disampaikan. Salah satunya masih serupa dengan demo 11 April lalu, yakni menolak perpanjangan masa jabatan presiden.
Berikut tuntutan Demo 21 April:
1. Tindak tegas para penjahat konstitusi dan tolak wacana perpanjangan masa jabatan presiden;
2. Turunkan harga kebutuhan pokok dan atasi ketimpangan ekonomi;
3. Menindak tegas segala tindakan represif terhadap masyarakat sipil dengan mekanisme yang ketat dan tidak diskriminatif;
4. Wujudkan pendidikan ilmiah, gratis, dan demokratis;
5. Sahkan RUU pro-rakyat, tolak RUU pro-oligarki;
6. Wujudkan reforma agraria sejati;
7. Tuntaskan seluruh pelanggaran HAM.
