Mahasiswa di Semarang Demo di DPRD Jateng, Tolak Politik Dinasti Jokowi

25 Oktober 2023 16:58 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
4
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Ratusan mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Tengah, Rabu (25/10/2023). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Ratusan mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Tengah, Rabu (25/10/2023). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
ADVERTISEMENT
Ratusan mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di Kota Semarang menggelar aksi unjuk rasa di depan Gedung DPRD Jawa Tengah. Mereka berdemo untuk menolak politik dinasti Presiden Jokowi.
ADVERTISEMENT
Massa yang datang tampak membentangkan berbagai spanduk yang berbunyi, "Jokowi: kudukung anakku sampai cawapres", "Kabinet Indonesia Mundur", "Mahkamah Keluarga", hingga "Cukup sudah Jokowi gagal". Massa juga tampak membakar ban.
Koordinator aksi dari Universitas Diponegoro, Aufa Adha Ariq, menjelaskan salah satu amarah mahasiswa adalah soal majunya putra sulung Jokowi, Gibran Rakabuming Raka, sebagai cawapres. Menurutnya, langkah Gibran ini tak lepas dari campur tangan pamannya yang merupakan hakim MK, Anwar Usman.
Ratusan mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Tengah, Rabu (25/10/2023). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
"Tentu saja kami kecewa. Hakim MK mengetok bahwa capres-cawapres dapat maju minimal [berusia] 40 tahun atau berpengalaman sebagai pimpinan daerah, yang mana kita pahami bahwa putusan ini lekat dengan isu politik praktis," tegas Aufa di sela aksi, Rabu (25/10).
"Kedekatan antara Anwar Usman dan juga presiden Jokowi kemudian menjadikan kita bergerak," lanjutnya.
Ratusan mahasiswa melakukan unjuk rasa di depan gedung DPRD Jawa Tengah, Rabu (25/10/2023). Foto: Intan Alliva Khansa/kumparan
Para mahasiswa juga menuntut adanya reformasi aparat penegak hukum dan meminta pemerintah mencabut sejumlah UU yang bermasalah. Mereka juga ingin ada kelayakan hidup yang layak bagi seluruh komponen masyarakat.
ADVERTISEMENT
"Data bantuan [dibuat] efisien dan efektif. Pemerintah bersih dari nepotisme. Lindungi akademik di lingkungan pendidikan, dan hentikan politik praktis dalam tingkat pendidikan," ungkap Aufa.
Akibat aksi unjuk rasa ini, arus lalu lintas di Jalan Pahlawan harus dialihkan. Polisi juga telah menetapkan contra flow di jalanan sekitar lokasi demo.