News
·
11 Februari 2021 15:58

Mahasiswa di Yogyakarta Ditemukan Tewas, Kepala Terbungkus Plastik

Konten ini diproduksi oleh kumparan
Mahasiswa di Yogyakarta Ditemukan Tewas, Kepala Terbungkus Plastik (213076)
Suasana TKP Mahasiswa di Yogya Ditemukan Tewas di Kos. Foto: Polresta Yogyakarta
Seorang mahasiswa berinisial SH (21) ditemukan tidak bernyawa di indekosnya di Jalan Cokrodipuran, Ngupasan, Kecamatan Gondomanan, Kota Yogyakarta, Kamis (11/2).
ADVERTISEMENT
Pria yang menurut informasi adalah mahasiswa UGM itu ditemukan tewas di kamar kosnya yang berada di lantai 3 pada pukul 10.53 WIB.
Kasubbag Humas Polresta Yogyakarta AKP Timbul Sasana Raharja menjelaskan kronologi peristiwa yang menimpa mahasiswa asal Kalideres Jakarta Barat itu.
Awalnya pada pukul 09.00 WIB penjaga kos yang hendak ke dapur di lantai 3 mencium bau menyengat.
"Dicurigai ada bau tidak sedap di lantai 3. Kemudian ketemu kamar itu (kamar korban)," kata Timbul dikonfirmasi wartawan, Kamis (11/2).
Saat itu kamar korban dalam posisi terkunci. Penjaga kos itu lantas memanggil teknisi kos dan penjaga kos lainnya. Setelah memastikan sumber bau, kamar bernomor 7 itu lantas dibuka.
"Dan kedapatan kondisi korban sudah dalam kondisi melepuh dan mengeluarkan bau menyengat," jelasnya.
ADVERTISEMENT
Mengetahui kondisi ini mereka lantas melapor ke Polsek Gondomanan. Petugas bersama dengan Inafis Polresta Yogyakarta dan PMI Kota Yogyakarta lantas melakukan evakuasi korban. Jenazah korban dibawa ke RS Bhayangkara untuk divisum.
Polisi belum memastikan apa penyebab korban tewas. Hanya saja di dalam kamar korban ditemukan tabung oksigen. Selain itu kepala korban saat itu terbungkus plastik.
"Saya belum bisa memberikan penjelasan lebih lanjut karena masih dalam lidik (penyelidikan). Jadi memang yang saya terima kondisi awal seperti itu jadi kalau saya diminta memberikan penjelasan juga belum pasti. Daripada saya menerka-nerka," katanya.
Meski ada tabung oksigen, Timbul juga tidak mau menduga-duga apakah penyebab kematian korban karena sakit. Sementara dari keterangan saksi korban memang sudah tidak keluar kamar sejak 5 hari lalu. Korban juga sempat dijenguk saudaranya sebelumnya.
ADVERTISEMENT
"Dari keterangan saksi bahwa korban selama 5 hari tidak keluar kamar. Dari keterangan saksi, sekitar 7 hari yang lalu ada salah satu saudara korban yang menjenguk korban yang mengaku dari Jakarta," ujarnya.
Sementara soal informasi bahwa korban adalah mahasiswa UGM, Kabag Humas dan Protokol UGM, Iva Ariani belum memberikan jawaban ketika dikonfirmasi.