Mahasiswa KKN UGM di Papua Bantu Persalinan Seorang Ibu di Atas Kapal
·waktu baca 2 menit

Mahasiswa KKN-PPM membantu persalinan seorang ibu di atas kapal di lautan lepas Pulau Liki, Kabupaten Sarmi, Papua, Sabtu (10/8). Dia adalah Muhammad Ivan Pratista, mahasiswa Program Studi Profesi Kedokteran UGM.
Awalnya, Ivan hanya hendak mengantar ibu hamil yang bernama Nice Isabel Kondi ke fasilitas kesehatan lantaran saat itu tenaga kesehatan tidak berada di tempat.
Saat itu, Ivan bersama rekan-rekan KKN-nya tengah melaksanakan program seperti biasa. Akan tetapi mereka kemudian dikejutkan dengan teriakan kader posyandu bahwa Nice sudah hendak melahirkan.
Mendengar teriakan tersebut Ivan lalu memeriksa Nice, yang ternyata sudah pada posisi pembukaan tiga. Sementara saat itu Puskesmas Pembantu di sana sedang tak ada petugas kesehatan.
"Mama Nice tidak punya pilihan lain. Semua setuju bahwa Mama Nice harus segera dibawa ke Rumah Sakit di pulau utama untuk mendapatkan pelayanan terbaik," jelas Ivan dalam keterangan tertulis, Jumat (16/8).
Akan tetapi untuk menuju rumah sakit tak mudah. Mereka harus menyeberang lautan dengan speedboat. Sebelum menyeberang, Ivan pun menyempatkan mengambil peralatan yang ada di Puskesmas Pembantu yang berjarak dua kilometer dari dermaga.
Tiba di kapal, Ivan melihat Nice sudah ditemani beberapa kader Posyandu.
"Mama Nice sudah dalam kondisi kontraksi dan lemas," katanya.
Speedboat pun berangkat. Ivan jadi satu-satunya mahasiswa yang ikut mengantar Nice. Kapal berjalan 30 menit. Posisi kini sudah di lautan lepas.
Saat itu, Nice mengalami kontraksi hebat dengan pembukaan yang makin besar. Nice harus segera dibantu persalinan. Akan tetapi daratan tak kunjung tampak di mata.
Dengan peralatan seadanya, Ivan memutuskan membantu persalinan Nice. Speedboat diputuskan berhenti di laut lepas dan persalinan dimulai.
"Bersyukur, persalinan dapat berjalan dengan lancar, kira-kira pukul dua siang lahir bayi laki-laki dengan sehat dan ibunya pun sehat," kata Ivan.
Sang Anak Diberi Nama Ivan
Setelah persalinan, speedboat kembali ke pulau. Di perjalanan itu, Nice mengumumkan anaknya akan diberi nama Ivan, sama seperti nama mahasiswa yang membantu persalinannya. Lengkapnya bernama Ivan Maureets Teno.
"Saya beri nama Ivan," kata Nice.
"Saya berterima kasih dan bersyukur kepada orang-orang telah menyelamatkan jiwa saya dan anak saya," ujarnya.
Ivan pun bahagia namanya digunakan oleh Nice.
"Ivan merupakan nama saya, Maureets nama driver (nakhoda) speedboat, dan Teno adalah nama marganya," kata Ivan.
