Mahasiswa Trisakti dkk Keluhkan BBM Subsidi Langka, Dasco Langsung Kontak Bahlil

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 3 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa gelar konferensi pers usai menerima mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6). Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa gelar konferensi pers usai menerima mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6). Foto: Dok. Istimewa

Kelangkaan BBM subsidi menjadi salah satu keluhan utama yang disampaikan sejumlah mahasiswa saat beraudiensi dengan pimpinan DPR di tengah aksi demonstrasi mereka di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6).

Adapun mahasiswa tersebut berasal dari HMI MPO, Universitas Trisakti, Universitas Mercu Buana, hingga Esa Unggul.

“Pada hari ini pimpinan DPR dan pimpinan komisi telah menerima aspirasi dari adik-adik mahasiswa, baik dari HMI MPO, Trisakti, Mercu Buana, Esa Unggul, dan beberapa kampus lain. Yang pada intinya mereka menyampaikan aspirasi untuk diteruskan kepada pihak pemerintah, menyampaikan aspirasi kepada DPR dalam hal tugas pengawasan DPR,” kata Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad.

Menurut dia, dialog berlangsung dengan baik dan menjadi awal dari komunikasi yang lebih intensif antara DPR dan kalangan mahasiswa.

“Tadi kami telah melakukan komunikasi, berinteraksi dengan sangat baik, dan karena memang kemudian waktu yang membatasi, sehingga kemudian kami akan ke depan lebih banyak berkomunikasi dengan teman-teman dari adik-adik dari mahasiswa,” ujarnya.

Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di Istana Negara, Jakarta, Kamis (11/6/2026). Foto: Zamachsyari/kumparan

Sementara Wakil Ketua DPR Saan Mustopa menjelaskan isu BBM menjadi tuntutan utama yang disampaikan mahasiswa dalam audiensi tersebut.

Selain menyoroti kenaikan harga Pertamax, mahasiswa juga mengeluhkan kelangkaan BBM subsidi yang dinilai berdampak langsung terhadap kehidupan masyarakat.

“Yang terkait dengan soal tadi tuntutan pertama BBM, terutama kenaikan Pertamax, terus juga terkait dengan soal BBM bersubsidi yang langka,” kata Saan.

Menurut Saan, Dasco langsung merespons aspirasi tersebut dengan menghubungi Menteri ESDM Bahlil Lahadalia di hadapan para mahasiswa. Komunikasi itu dilakukan untuk menyampaikan langsung temuan mahasiswa mengenai kelangkaan BBM subsidi di sejumlah daerah.

“Tadi Pak Dasco sudah juga komunikasi dengan Menteri ESDM, didengar langsung juga dengan teman-teman dari mahasiswa, dan Menteri ESDM berjanji akan memenuhi kebutuhan BBM subsidi yang langka hasil temuan dari rekan-rekan mahasiswa itu dalam waktu yang singkat ini,” ujarnya.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa menerima mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6). Foto: Dok. Istimewa

Selain membahas persoalan energi, pertemuan itu juga menyinggung sejumlah persoalan yang berkaitan dengan mahasiswa yang berhadapan dengan proses hukum.

Saan mengungkapkan masih terdapat 16 mahasiswa Universitas Trisakti yang berstatus tersangka namun belum memperoleh kejelasan terkait proses hukum yang mereka hadapi. DPR, kata dia, telah melakukan komunikasi untuk membantu penyelesaian persoalan tersebut.

“Nah, terkait hal-hal tadi ada dari mahasiswa Trisakti yang masih ada 16 ya yang statusnya tersangka tapi belum diproses-proses, tadi Pak Habiburokhman, Pak Habiburokhman sudah komunikasi, insyaallah nanti akan diselesaikan,” kata Saan.

Wakil Ketua DPR Sufmi Dasco Ahmad dan Saan Mustopa gelar konferensi pers usai menerima mahasiswa di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Jumat (19/6). Foto: Dok. Istimewa

Tidak hanya itu, DPR juga menyoroti nasib dua mahasiswa Universitas Mercu Buana yang sempat ditahan saat hendak mengikuti aksi demonstrasi ke DPR.

“Termasuk ada dua dari mahasiswa Mercu Buana yang ditahan tadi demo mau berangkat ke DPR, itu pun juga sudah dikomunikasikan, selesai ini mudah-mudahan juga mereka semua dilepas,” ujarnya.

Menurut Saan, seluruh pihak yang hadir dalam audiensi tersebut memiliki komitmen yang sama untuk menjaga situasi nasional tetap kondusif, terutama di tengah berbagai tantangan ekonomi yang sedang dihadapi masyarakat.

“Tapi semua berkomitmen untuk tetap menjaga stabilitas ekonomi dan politik secara nasional. Karena stabilitas politik dan ekonomi bisa berdampak terhadap banyak faktor, dan ini juga menjadi salah satu tuntutan dari teman-teman mahasiswa,” katanya.