Mahasiswa Unnes Tewas di Tengah Demo: Polisi Kantongi CCTV, Keluarga Minta Buka

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Ucapan belasungkawa terkait kematian Iko Juliant Junior. Foto: Instagram/ @fhunnes
zoom-in-whitePerbesar
Ucapan belasungkawa terkait kematian Iko Juliant Junior. Foto: Instagram/ @fhunnes

Polda Jawa Tengah (Jateng) mengatakan, sudah mengantongi rekaman kamera pengawas (CCTV) yang menunjukkan kematian Iko Juliant Junior, mahasiswa Fakultas Hukum Universitas Negeri Semarang (Unnes) di tengah ramai demonstrasi, yang disebut murni karena kecelakaan.

Kabid Humas Polda Jateng, Kombes Artanto mengatakan, penyelidikan terkait peristiwa tersebut masih berjalan. Polisi sudah mengumpulkan sejumlah barang bukti, termasuk rekaman CCTV dan meminta keterangan para saksi.

"Secara umum CCTV memperlihatkan kejadian proses laka lantas tersebut. (Akan dibuka ke publik?) Tentunya penyidik akan melengkapi proses penyidikan tersebut sebagai bagian daripada proses verbal," ujar Artanto saat dihubungi wartawan, Rabu (10/9).

Olah tempat kejadian perkara (TKP) terkait kecelakaan lalu lintas yang menewaskan seorang mahasiswa Universitas Negeri Semarang (Unnes), Iko Juliant Junior, pada Minggu (31/8/2025) dini hari. Foto: Dok. Polda Jateng

Selain itu, Satlantas Polrestabes Semarang juga telah melakukan olah TKP di Jalan Veteran dengan metode Traffic Accident Analysis (TAA), dan melibatkan laboratorium forensik.

"Kita sudah melakukan gelar perkara dan olah TKP menggunakan alat TAA, kesimpulannya adalah kecelakaan lalu lintas," tegas dia.

Saat ini, proses administrasi penyidikan juga tengah berjalan, polisi sudah mengirimkan Surat Pemberitahuan Dimulainya Penyidikan (Sprindik) ke kejaksaan dan pemberitahuan ke pihak keluarga korban.

"Pada prinsipnya proses penyidikan akan ditangani seprofesional mungkin, setransparan mungkin oleh penyidik," sebut Artanto.

Keluarga Minta CCTV Dibuka

Sementara itu, perwakilan keluarga Iko melalui Pusat Bantuan Hukum (PBH) Ikatan Alumni Fakultas Hukum (FH) Unnes, Naufal Sebastian, meminta polisi membuka rekaman CCTV itu ke publik.

"Silakan saja, coba dibuka supaya itu bisa lebih terang. Kami sudah bersurat resmi dan meminta untuk dibuka CCTV, baik CCTV pada saat kecelakaan maupun CCTV pada saat diantar di Kariadi supaya itu lebih terang," kata Naufal.

PBH Ikatan Alumni Fakultas Hukum (FH) Unnes yang mewakili keluarga menilai kematian Iko penuh dengan kejanggalan. Antara lain, ada luka sobek di bibir Iko dan luka lebam di mata dan Iko yang diantar dalam kondisi kritis oleh kendaraan Brimob ke RSUP Dr Kariadi Semarang sebelum meninggal.