Mahasiswa yang Dibanting Polisi Kini Alami Pusing dan Nyeri di Tengkuk

15 Oktober 2021 14:04 WIB
·
waktu baca 2 menit
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-link-circle
more-vertical
Faris, mahasiswa yang dibanting polisi jalani medical check up lanjutan usai mengeluh sakit di bagian lehernya.  Foto: Dok. Istimewa
zoom-in-whitePerbesar
Faris, mahasiswa yang dibanting polisi jalani medical check up lanjutan usai mengeluh sakit di bagian lehernya. Foto: Dok. Istimewa
ADVERTISEMENT
Muhamad Faris Amrullah (20), mahasiswa yang dibanting Brigadir NP saat demonstrasi di depan Kantor Bupati Tangerang, beberapa waktu lalu, kini menjalani general medical check up di Ciputra Hospital, Kecamatan Panongan, Kabupaten Tangerang.
ADVERTISEMENT
Faris melakukan general medical check up karena mengeluh pusing dan nyeri di bagian tengkuk hingga pundaknya.
Bupati Tangerang Ahmed Zaki Iskandar mengatakan, Faris saat ini harus rawat inap di rumah sakit tersebut untuk mempersiapkan diri menjalani proses medis itu.
"Dia harus rawat inap untuk persiapan general check up. Nanti akan menjalani pemeriksaan, salah satunya ada cek darah juga. Ini untuk memastikan kondisinya," kata Zaki, Jumat (15/10).
Faris, mahasiswa yang dibanting polisi jalani medical check up lanjutan usai mengeluh sakit di bagian lehernya. Foto: Dok. Istimewa
Sebelum dilakukan pemeriksaan di Ciputra Hospital, Faris juga melakukan cek kesehatan di Rumah Sakit Harapan Mulya, Tigaraksa, Kabupaten Tangerang.
Komite Medik Rumah Sakit Harapan Mulya, dr Effie Koesnandar, mengatakan berdasarkan hasil pemeriksaan, nyeri atau pusing yang dialami Faris juga bisa disebabkan oleh komorbid atau penyakit penyerta yang dialaminya. Effie tak menyebut komorbid apa yang dimaksud.
ADVERTISEMENT
"Jadi ternyata Faris ini ada komorbidnya dan sedang menjalani pengobatan juga. Dan gejala yang dirasanya kini sama dengan gejala komorbidnya. Tapi, untuk memastikan lebih jelas, kita minta untuk general check up," ujar dia.
Effie mengatakan, di tubuh Faris terdapat memar di bagian leher dan pundak, yang diduga itu muncul usai dibanting oleh Brigadir NP.
"Ada memar di lehernya, pundak juga, dan untuk memastikan secara detail, harus general check up," ungkapnya.
Faris sebelumnya telah menjalani pemeriksaan dan dinyatakan baik usai dibanting itu. Tidak ada keretakan atau fraktur usai dibanting oleh Brigadir NP.
=====
Ikuti survei kumparan dan menangi e-voucher senilai total Rp3 juta. Isi surveinya sekarang di kum.pr/surveinews