Mahasiswi USU Tewas di Kediamannya: Jasad Membusuk, Rambut Terbakar
·waktu baca 3 menit

Seorang mahasiswi Universitas Sumatera Utara (USU), Mahira Dinabila, ditemukan tewas di kediamannya di Kompleks Rivera, Kecamatan Medan Amplas, Kota Medan, pada Rabu (3/5) lalu. Saat ditemukan, kondisi Mahira sudah membusuk.
Mahira diduga telah tewas seminggu sebelumnya.
Mahira sejak bayi tinggal bersama pasutri yang yang tidak tidak memiliki keturunan, yang kemudian mengangkatnya menjadi anak . Namun, dalam perjalanan waktu, orang tua angkatnya itu bercerai. Mahira tinggal bersama ibu angkatnya.
Sang ibu angkat kemudian meninggal beberapa waktu lalu. Sedangkan ayah angkat Mahira telah menikah lagi dan tinggal terpisah dari Mahira. Jadilah Mahira tinggal sendirian di rumah warisan ibu angkatnya itu.
Keluarga Nilai Ada Kejanggalan
Keluarga kandung Mahira menyebut ada kejanggalan terkait tewasnya Mahira. Hal ini disampaikan oleh kuasa hukum ayah kandung Mahira, Oky Andriansyah.
Salah satu kejanggalannya soal pintu rumah ibu angkatnya yang dihuni Mahira dikunci dan digembok dari luar. Padahal seperti yang disebut di awal, Mahira tinggal sendirian.
“Setelah itu, dibukalah pintu sama bapak angkatnya, Pak Kepling. Semua enggak tahu cara dobraknya itu pake martil, diajarinlah sama istri barunya. Begini juga saya diam, saya amati,” kata Oky kepada kumparan pada Senin (15/5).
“Itu gemboknya berada di luar, di luar pagar, harusnya di dalam dong, itu tangan enggak bisa masuk kalau kita dari dalam mau keluar. Enggak bisa, mesti dari luar, kalau ada pencurian hancur dong,” kata dia.
Wajah Mahira Terbakar
Oky menemukan jenazah Mahira dalam keadaan membusuk. Wajahnya tak berbentuk dan rambutnya habis diduga karena terbakar.
“(Saya pikir) kok tinggal tengkorak, badannya ada, wajahnya luka bakar, tinggal tengkorak, kalau saya amati, luka bakar, gosong,” kata Oky.
Oky juga menjelaskan bahwa kondisi lingkungan sekitar Mahira memang tampak seperti ada yang terbakar. Misalnya, lantai sekitarnya menguning, seperti bekas terkena api.
Selain itu, di dekat Mahira ditemukan Baygon. Namun Oky tak menjelaskan detail terkait ini.
Ada Surat
Menurut Oky, saat berada di TKP, salah seorang saksi menemukan sebuah surat yang diduga tulisan Mahira. Berdasar surat tersebut, mulanya Mahira disebut-sebut tewas karena bunuh diri.
Namun, keluarga mencocokkan tulisan tersebut dengan tulisan tangan Mahira. Tulisannya sangat berbeda.
Ayah Angkat Mahira Tolak Autopsi
Oky mengungkapkan, ayah angkat Mahira, inisial M, disebut menolak untuk menolak autopsi. Hal tersebut menimbulkan kecurigaan terhadap M.
Sebelumnya, Oky juga menyebut bahwa beberapa saksi sempat melihat M berkeliling di sekitar Kompleks Rivera beberapa waktu, diduga saat Mahira sudah tewas.
Polisi Tetap Autopsi
Terkait kematian Mahira, Kapolsek Patumbak Kompol Faidir Chaniago menyebut pihaknya belum bisa memastikan penyebab kematian. Itu karena hasil autopsi belum keluar.
“Kita masih menunggu hasil autopsinya dulu,” kata Faidir kepada kumparan.
“Kita tunggu hasil autopsinya, sudah kita langsungkan, prosedurnya kita, kan, belum tahu bagaimana Mahira meninggal 5 hari baru diketahui. Semua saksi sudah kita periksa, belum ada mengarah, melihat, mendengar bahwa dia itu meninggal karena dianiaya, tapi namun demikian kita menunggu hasil autopsi,” jelas Faidir.
