Mahfud Bicara Modus Teroris Kirim Uang: Beli Barang Miliaran, Ternyata Rakit Bom

kumparanNEWSverified-green

·waktu baca 2 menit

comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Menko Polhukam Mahfud MD bersama Panglima TNI, dan Kapolri dalam Rapat Koordinasi Sinergisitas Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Politik Dan Keamanan untuk menyukseskan Pemilu Tahun 2024 di The Westin, Jakarta, Senin (29/5/2023).
 Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Menko Polhukam Mahfud MD bersama Panglima TNI, dan Kapolri dalam Rapat Koordinasi Sinergisitas Pemerintah Dalam Menjaga Stabilitas Politik Dan Keamanan untuk menyukseskan Pemilu Tahun 2024 di The Westin, Jakarta, Senin (29/5/2023). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan

Plt Menkominfo Mahfud MD menyampaikan pengarahan di acara gerakan literasi digital di Mabes TNI, Cilangkap, pada Selasa (13/6). Panglima TNI Laksamana Yudo Margono hadir dalam acara itu.

Mahfud meminta TNI untuk mewaspadai serangan siber dari kelompok teroris. Menurutnya, teroris saat ini sudah memanfaatkan teknologi informasi dalam melancarkan aksinya.

"Siber teroris di mana teknologi informasi memberikan alat baru, bagi kelompok teroris untuk melancarkan serangan dan rekrut anggota baru untuk merencanakan serangan," kata Mahfud.

Mahfud yang juga merupakan Menko Polhukam ini kemudian membeberkan temuannya di PPATK. Ia menemukan ada kelompok teroris di Indonesia memanfaatkan kemajuan teknologi untuk mendulang dana.

Namun, Mahfud tidak membeberkan siapa kelompok teroris yang dimaksud.

"Pengiriman uang juga untuk teroris melalui ini di PPATK, banyak sekali kasus. Saya kebetulan Ketua Tim TPPU. Jadi saya melihat berapa banyak yang mencurigakan untuk kelompok teroris kirim uang ke suatu daerah," ucap dia.

"Ini memesan produk sajadah, di sebuah tempat di Jatim, uangnya miliaran, tapi tidak ada feedback yang dikirim itu sajadah,"

- Mahfud.

"Setelah dilacak, itu ternyata digunakan untuk merakit bom dan sebagainya. Ini begini," jelas Mahfud.

Ilustrasi bom. Foto: Pixel-Shot/shutterstock

Oleh sebab itu, Mahfud berharap seluruh anggota TNI harus mulai bisa memanfaatkan digitalisasi demi menjaga agar situasi Indonesia tetap kondusif.

"Pemerintah memiliki harapan besar agar seluruh anggota TNI lebih cerdas, teliti dan hati-hati serta menggunakan logika dalam mengikuti dan mengamati informasi," kata Mahfud.