Mahfud: Buat Kekerasan Mengatasnamakan Agama, Pasti Tak Beragama dengan Benar

kumparanNEWSverified-green

ยทwaktu baca 2 menit

google
Tambah ke Prefensi Google
info
Jadikan kumparan sebagai preferensi terpercayamu di Google
comment
0
sosmed-whatsapp-white
copy-circle
more-vertical
Cawapres nomor urut dua, Mahfud MD menyapa umat kristiani yang hendak melaksanakan ibadah misa natal di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (24/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan
zoom-in-whitePerbesar
Cawapres nomor urut dua, Mahfud MD menyapa umat kristiani yang hendak melaksanakan ibadah misa natal di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (24/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

Menko Polhukam Mahfud MD menghadiri ibadah misa malam Natal di Gereja Katedral Jakarta, Jakarta Pusat, Minggu (24/12) malam. Ia datang mewakili pemerintah atas nama Kementerian Koordinator Politik Hukum dan HAM.

Dalam kesempatan itu Mahfud mengatakan bahwa orang yang mengatasnamakan agama tapi melakukan kekerasan pasti tidak beragama dengan benar.

"Kalau ada orang mengatasnamakan agama tapi berpikir culas, apalagi melakukan tindakan-tindakan kekerasan, tentu mereka yang bersikap seperti itu pasti tidak beragama dengan benar," ujar Mahfud dalam acara ibadah misa malam Natal di Gereja Katedral Jakarta.

Menurut Mahfud, apabila masyarakat melaksanakan ajaran agama dengan baik, pasti seluruh masyarakat akan baik.

"Karena kita di negara Pancasila ini, tentu meyakini apabila pemeluk agama, agama apa pun yang dianut itu melaksanakan ajaran agamanya dengan baik, maka seluruh masyarakat akan baik," ucap Mahfud.

Cawapres nomor urut dua, Mahfud MD menyapa umat kristiani yang hendak melaksanakan ibadah misa natal di Gereja Katedral, Jakarta, Minggu (24/12/2023). Foto: Iqbal Firdaus/kumparan

"Karena semua agama pasti mengajarkan kebaikan dan persaudaraan," sambungnya.

Ia melanjutkan, pemerintah akan mendukung setiap langkah-langkah peribadatan, kebaktian dan lain-lain. Terutama pada hari-hari raya agama.

"Oleh sebab itu pemerintah akan mendorong dan mendukung setiap langkah-langkah untuk peribadatan, untuk kebaktian dan sebagainya," jelasnya.

"Terutama hari-hari raya agama, seperti hari Natal dan hari raya Idul Fitri, dan yang lain-lain tentu pemerintah akan mendukung agar semuanya berjalan baik," pungkas pria yang kini mencalonkan diri sebagai cawapres.