Mahfud: Literasi Digital Masyarakat RI Rendah, Urutan ke-51 dari 63 Negara
·waktu baca 2 menit

Plt Menkominfo Mahfud MD memberikan pengarahan di acara pengarahan gerakan literasi digital di Mabes TNI, Cilangkap, pada Selasa (13/6).
Panglima TNI Laksamana Yudo Margono, Kepala BSSN Hinsa Siburian dan pejabat Mabes TNI turut hadir dalam kegiatan itu.
Mahfud MD menyinggung literasi digital masyarakat Indonesia. Menurutnya, banyak masyarakat belum paham dengan pemanfaatan digitalisasi dan teknologi.
"Ini pemenuhan literasi digital di Indonesia sangat rendah atau rendah lah," kata Mahfud.
Mahfud membeberkan data dari Institute of Management Development atau AMD. Berdasarkan data IMD dalam world digital competitive ranking 2022, ranking Indonesia berada di urutan ke-51 dari 63. Artinya, literasi digital Indonesia masih sangat rendah.
"Indonesia itu ada di urutan ke-51 dari 63 negara. Rendah meski pengguna internetnya banyak, tapi tidak literasi digital. Pengguna internet kita besar, tapi literasi, paham caranya, paham tipuan, paham benarnya, paham tidaknya tidak paham, tidak melek digital," ucap Mahfud.
Mahfud kemudian mengungkap data indeks literasi digital dari Kominfo. Hasilnya, ada peningkatan namun tidak signifikan.
"Begini, tahun 2020 dari skala 1-5 indeks kita ada di 3,46. Tahun 2021, naik dikit 3,49 dan tahun 2022 kemarin naik hanya 3,54," kata Mahfud.
"Naiknya sedikit-sedikit sehingga dari skala 1-5 ini, kita masih masuk kategori sedang saja. Dibandingkan negara ASEAN lain, kita jauh, kita masih rata-ratanya negara ASEAN 70, kita masih tidak sampai ke situ," tambah dia.
Oleh sebab itu, Mahfud mengajak kementerian lembaga terkait termasuk TNI untuk ikut membantu menaikkan literasi digital masyarakat. Jangan sampai masyarakat tidak melek digital karena dapat memicu berbagai masalah.
"Literasi digital sangat diperlukan, maka Presiden berpesan kepada kita, arahan Presiden intinya disampaikan beliau dalam pidato visi Indonesia pada tanggal 14 Juli 2019," ucap Mahfud.
"Presiden tekankan pada masa pemerintahan kedua, pembangunan SDM akan menjadi salah satu visi utama dan peluncuran program literasi digital nasional Indonesia, Indonesia semakin cakap digital pada tanggal 20 Mei tahun 2021, itu arahan yang diberikan kepada kita oleh Presiden," kata Mahfud.
